Muallimin Online,
Bertempat di Musholla Sukowangi pada Jum’at siang (22/08) terselenggara pengajian rutin muslimat dan masyarakat yang dihadiri sekitar 30 ibu-ibu anggota anak ranting Muslimat Sambong Santren. Acara berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dengan penuh kekhidmatan. Dalam kesempatan kali ini siswa Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun berkesempatan menjadi dai'yah dan qoriah.
Kegiatan ini dipandu oleh Dinariasari selaku da’iyah serta Umi Khuril Aini sebagai qoriah. Susunan acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan sholawat, penyampaian ceramah dari siswi Muallimat, dan ditutup dengan doa bersama.
Adapun materi yang disampaikan berfokus pada kisah Nabi Ibrahim AS. Beliau dikenal dengan julukan Abul Anbiya’ (ayah para nabi) karena dari keturunannya lahir Nabi Ishaq, Nabi Ya’qub, dan Nabi Ismail. Dari jalur Nabi Ismail inilah kemudian lahir Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Nabi Ibrahim.
Selain itu, dijelaskan pula bahwa Nabi Ibrahim termasuk salah satu dari Rasul Ulul Azmi yang ujiannya sangat berat, sejajar dengan Nabi Nuh, Musa, Isa, dan Muhammad. Nabi Ibrahim senantiasa berdoa tidak hanya untuk dirinya dan kaumnya, tetapi juga untuk keturunan beliau. Di antaranya doa “Rabbij’alnii muqiimash-shalaati wa min dzurriyyatii”, “Robbi habli minas sholihiin”, serta doa “Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa”.
Dalam penjelasan ceramah juga disampaikan bahwa dalam sholat, umat Islam membaca sholawat yang dikenal sebagai Sholawat Ibrahimiyah. Sholawat ini dinilai paling sempurna oleh para ulama besar seperti Imam Syafi’i dan Imam Malik. Sholawat Ibrahimiyah menjadi wujud cinta sekaligus rasa syukur kepada Nabi Muhammad SAW atas nikmat Islam.
Kegiatan dakwah masyarakat ini diharapkan mampu menambah pemahaman jamaah tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS serta memperkuat ikatan ukhuwah di kalangan Muslimat Sambong Santren.