Sejarah

6 November 2018 | Admin

Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum didirikan pada tahun 1956 sebagai kelanjutan dari Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum (MI-BU) yang sudah terlebih dulu berdiri dan berjalan. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kader guru (mu’allim) bagi masyarakat. Tempat belajar Madrasah mula-mula mengambil tempat di depan Rumah KH. Abdul Fattah Hasyim, pendiri Madrasah. 

Madrasah ini awalnya ditempuh selama 4 tahun dan khusus siswa putra. Dua tahun kemudian (tahun 1958), Madrasah Muallimat, khusus untuk putri menyusul didirikan, menggunakan lokasi yang sama dengan Madrasah Muallimin. Siswa Muallimin masuk pagi dan siswi Muallimat masuk siang. Sejak saat itu, Madrasah ini menjadi Madrasah Muallimin Mu’allimat denga masa belajar 4 tahun. Kurikulum yang digunakan mengacu kepada kurikulum sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 Tahun, dengan pelajaran agama menggunakan buku pegangan kitab kuning. Pimpinan Madrasah secara formal belum ada. KH. Abdul Fattah sebagai pendiri menunjuk Bapak Mamas, seorang pendatang dari Kalimantan, untuk mengelola dan memimpin secara formal Madrasah ini sampai tahun 1960.

Pada tahun 1964 Kurikulum PGA disempurnakan dengan masa belajar menjadi 6 tahun, sehingga Madrasah Muallimin Muallimat juga menyesuaikan menjadi 6 tahun. Ketika itu Pimpinan Madrasah dipegang oleh Abdurahman Wahid (Gus Dur) sampai tahun 1966. Setelah Abdurrahman Wahid tidak lagi menjadi pimpinan Madrasah, kendali dipegang langsung oleh K.H. Abdul Fattah Hasyim.

Pada tahun 1969, atas prakarsa K.H. Abdul Wahab Chasbulloh turun SK Menteri Agama Nomor :23/1969 tanggal 4 Maret 1969 yang waktu itu dijabat oleh K.H. Muhammad Dahlan, tentang perubahan status Madrasah Muallimin Muallimat menjadi Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (MTsAIN) untuk kelas 1-3 dan; Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) untuk kelas 4-6. Kepala MTsAIN dipegang oleh Drs. H. Moh Syamsul Huda dan, Kepala MAAIN dipegang K.H. Achmad Al Fatih AR. 

Tahun 1971 Menteri Agama Republik Indonesia meresmikan gedung Madrasah di lokasi yang baru, yaitu di lokasi Madrasah Muallimat saat ini. Karena statusnya sebagai Madrasah Negeri, maka guru-guru dan stafnya diangkat sebagai Pegawai Negeri. Kurikulum yang digunakan bukan lagi kurikulum yang menggunakan pegangan kitab salaf, tetapi Kurikulum Negeri.

Setelah berdirinya MTsAIN dan MAAIN, pada tahun 1972, K.H. Abdul Fattah mendirikan kembali Madrasah Muallimin Muallimat yang mandiri dan terpisah dengan MTsAIN dan MAAIN. Kurikulum yang digunakan adalah mengkombinasikan kurikulum pesantren salaf, Pendidikan Guru Agama (PGA) 6 tahun dan sedikit pelajaran umum. K.H. Abdul Fattah memulai lagi dari awal untuk menjaga kemandirian dan kemurnian kurikulum tersebut. Kepala madrasah saat itu adalah KH. Achmad al Fatih AR yang merangkap jabatan sebagai kepala MAAIN. Saat ini, MTsAIN dan MAAIN sekarang telah berkembang pesat menjadi MTsN Tambakberas dan MAN Tambakberas yang memiliki gedung tersendiri di sekitar komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Tahun 1982 berdiri Sekolah Persiapan Madrasah Muallimin Muallimat (SP MMA) atau Madrasah Idadiyah Lil Mualllimin Wal Muallimat. Madrasah ini ditempuh dalam 2 (dua) tahun, yang terdiri dari dua kelas, yaitu kela 1 dan kelas 2. Madrasah ini didirikan bagi siswa/santri baru lulusan sekolah umum tingkat pertama ke atas yang akan masuk ke Madrasah Muallimin Muallimat. Namun pada tahun 1992 Madrasah ini berdiri sendiri menjadi Madrasah yang ditempuh selama 5 tahun, dan saat ini menjadi Madrasah Aliyah Idadiyah (MAI) di bawah naungan Yayasan PPBU.

Tahun pelajaran 1983/1984 Madrasah Muallimin Muallimat mengikuti akreditasi Madrasah, yang secara formal membagi Madrasah ini menjadi 3 lembaga, yaitu Madrasah Muallimin Muallimat 6 tahun (kelas 1-6), Madrasah Menengah Pertama (Kelas 1-3) setingkat Tsanawiyah, Madrasah Menengah Atas (Kelas 4-6) setingkat Aliyah. Setelah pelaksanaan akreditasi ini, siswa Kelas 3 yang belum memiliki ijazah setingkat MTs/SMP bisa mengikuti Ujian Negara dan, mendapatkan Ijazah Negara dan; siswa Kelas 6 dapat mengikuti Ujian Negara setingkat Aliyah dengan jurusan IPS yang juga mendapat Ijazah Negara. Meskipun bisa mengikuti Ujian Negara, namun praktek kegiatan belajar sehari-hari meggunakan kurikulum dengan muatan agama (salaf) 75%  dan 25% kurikulum umum.

Tahun pelajaran 1993/1994 MMA kembali mengikuti akreditasi Madrasah oleh Negara. Nama yang digunakan Madrasah Menengah Atas Bahrul Ulum (MMA BU) setingkat Aliyah untuk kelas 4-6 dengan Status Diakui dan; Madrasah Menengah Pertama Bahrul Ulum (MMP BU) setingkat MTs untuk kelas 1-3 juga dengan Status Diakui. Kegiatan belajar tetap menggunakan kurikulum dengan muatan 75% agama (salaf) dan 25% umum.

Ketika terjadi peristiwa reformasi di Indonesia tahun 1998, ada perubahan besar dalam sistem pendidikan. Semula semua tersentral di pemerintahan pusat, sejak tahun 1998 mulai ada otonomi daerah. Bidang pendidikan merupakan salah satu yang diotonomikan. Pada saat itu, Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Ulum Tambakberas Jombang dengan lama pendidikan 6 tahun semakin mengkokohkan diri sebagai Madrasah yang mempunyai ciri khas pendidikan salaf yang dikombinasikan dengan pelajaran umum. Kebijakan tentang Pendidikan yang baru memberikan angin segar bagi madrasah/sekolah yang mempunyai ciri khusus seperti Madrasah ini. Tanpa merubah muatan kurikulum agama, madrasah ini diakui pemerintah dan mendapat akreditasi B. Ujian Negara bisa dilaksanakan di Madrasah ini tanpa bergabung ke madrasah lain. Siswa kelas 6 yang lulus mendapat 2 Ijazah, satu ijazah Madrasah Aliyah jurusan IPS dan satu ijazah Madrasah Muallimin Muallimat dengan 29 mata pelajaran gabungan antara Kurikulum Pesantren Salaf, PGA dan Aliyah Jurusan IPS. Ijazah Madrasah Muallimin Muallimat juga sudah muadalah (diakui) oleh Universitas al Azhar Kairo Mesir. Lulusan Madrasah ini dapat menggunakan kedua ijazahnya untuk melanjutkan belajar ke luar negeri.

Pada tahun 2003 disahkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN), yang mendorong Madrasah ini untuk kembali berbenah diri dalam administrasi pendidikan dan kurikulum. Karena menurut Undang-undang ini pendidikan formal jenjangnya adalah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, maka untuk menyesuaikan, Madrasah ini secara formalitas menjadi MTs Mu’allimin Mu’allimat dan MA Mu’allimat Mu’allimat dengan jurusan Bahasa. Bahasa asing yang diambil adalah bahasa Arab. Kurikulum agama tetap dipertahankan dan kitab-kitab salaf tetap menjadi referensi utama. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan peluang besar kepada madrasah ini untuk tetap bertahan. Muatan lokal yang ada menjadi nilai plus yang harus tetap dipertahankan. Hanya saja administrasi pendidikan dan perangkat pembelajaran yang tertib dan rapi masih menjadi kelemahan internal Madrasah ini, termasuk kegiatan pembelajaran yang berlangsung pagi dan sore.

Pada tanggal 1 Juli 2011, Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun dipimpin oleh KH. Abdul Nashir Fattah, dan untuk kelas 1 – 3 dibina oleh H. Mohamad Imron Rosyadi Malik yang menjabat sebagai Wakil Kepala II sekaligus menjadi kepala MTs Muallimin Muallimat, dan untuk kelas 4 – 6 dibina oleh H. Abdul Rohim, SH., M.Si. yang menjabat sebagai Wakil Kepala I sekaligus menjadi Kepala MA Muallimin Muallimat.

Pada tanggal 22 Juli 2011, untuk meningkatkan kualitas dan mempertahankan status Akreditasi Madrasah, maka Madrasah Aliyah Mu’allimin Mu’allimat di akreditasi oleh Badan Akreditasi Propinsi (BAP) dan hasilnya terkreditasi B (Diakui) dengan nilai 78.00. Kemudian tanggal 28 Juli 2011, Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Mu’allimat di akreditasi oleh Badan Akreditasi Propinsi (BAP) dan hasilnya terakreditasi B (Diakui) dengan nilai 71.00.

Sejak tahun pelajaran 2018/2019 untuk pertama kalinya sejak Madrasah didirikan, semua siswa Muallimin dan siswi Muallimat melakukan kegiatan belajar di pagi hari. Semua siswa Muallimin menempati gedung baru di dusun Gedang Tambakberas, dan siswi Muallimat menempati gedung lama (induk) dan di PP Putri al Fathimiyyah. Kebijakan semua masuk pagi ini secara logis membutuhkan penambahan guru baru. Karena itu, pada tahun pelajaran ini, dilakukan perekrutan guru-guru baru secara besar-besaran dibanding sebelumnya.


Sejarah Madrasah Muallimin Muallimat Tambakberas