Tanggapi Isu Terkini, Suarakan Perdamaian Dalam Keragaman (Persembahan Kelas Akhir Madrasah Muallimat Tambakberas)

3 Oktober 2019 | Ruang Siswa | Imam Nur Hadi | Dilihat 398 Kali

Manusia selalu dituntut untuk berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Karena pemenang ialah yang mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan dan selalu relevan dengan keadaan zaman, dalam berpendapat, bertindak, dan bersikap. 

Itu semua dipahami dengan apik oleh siswa Madrasah Muallimat Bahrul Ulum yang selanjutnya mampu ditampilkan dalam ajang lomba kirab Class meeting tahun ini (2019), yang mengusung tema "Keteguhan Islam dalam membuat syariat rahmatan lil'alamiin di tanah jawa".

Dalam penampilan ini, kelas 1a dan 1b menampilkan Sunan Drajat, kelas 2A dan 3A Sunan Ampel, kelas 2B dan 3B Sunan Kudus, kelas 4 Sunan Bonang, kelas 5 Sunan Gunung Jati. Sedangkan untuk kelas 6 atau kelas akhir bertindak sebagai juri atau penilai bagi adik-adiknya.

Kita semua tahu bahwa, dalam beberapa hari terakhir ini kondisi sosial masyarakat di Indonesia bergejolak begitu dinamis. Berbagai peristiwa kontroversial dan konflik terjadi di berbagai belahan bumi nusantara. Isu-isu rasial, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), demonstrasi mahasiswa, demonstrasi Persaudaraan Alumni (PA) 212, Aksi massa mujahid Front Pembela Islam (FPI), dan yang paling memilukan terjadi pada saudara kita di Indonesia timur yakni konflik yang berujung kerusuhan di Kota Wamena hingga menelan 33 korban jiwa dan 10.000 orang mengungsi.

Berbagai peristiwa yang terjadi di indonesia timur inilah yang turut serta mengetuk hati dan mengundang simpati para siswi Madrasah Muallimin Muallimat untuk turut berempati dan memilih bersikap dengan menyuarakan perdamaian dalam keberagaman.

Sebuah pesan perdamaian yang diharapkan bisa menciptakan eskalasi gelombang masif humanisasi hingga terus tumbuh mengakar dan bercabang serta menumbuhkan tunas-tunas humanis yang baru. 

Pesan-pesan humanis tersebut, dipahami oleh para siswi kelas akhir Madrasah Muallimat, yang selanjutnya direpresentasikan dengan sangat menarik, indah dan elegan dalam pembukaan class meeting (01/10), khusus persembahan persembahan kelas akhir di halaman Madrasah Muallimat Bahrul Ulum.

Penampilan koreodrama estetik dielektika Jawa, sunda, batak, papua, madura, dan bali (Sutradara: Wafal hana) serta koreografi tarian dan busana khas entitas daerah; (koreografer: Sinta Nuriya), lagu-lagu daerah berdendang riuh, demonstrasi puisi; (Pembaca puisi: Rahma khoirun N.K., Nafiah wachidatul J., Bidayatul hubbil I.) hingga dialog-dialog humanis sarat makna mewarnai koreodrama yang berlangsung sekitar 40 menit ini.

Sesi demonstrasi puisi yang diiringi lagu Indonesia Pusaka yang membuat nurani menaruh asa pada indonesia:
"Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa".

Disela-sela imaji sendu dan pilunya Indonesia Pusaka, demonstrasi puisi pun berarak dengan lantang
"Papua, Jawa, Sunda.
Satu, indonesia, bhineka tunggal eka.
Percuma ada cinta, kalau tidak saling menjaga.
Percuma ada rindu, kalau tidak saling bersatu.
Saat belenggu dimana-mana, konflik merajalela, dimanakah wajah Indonesia?
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia tak kemana-mana.
Tapi, indonesia harus dimana-mana!." Tutur Rahma Khoirun N.K.

Ketika menyaksikan persembahan, nurani ini berseri-seri, bahwa indonesia akan baik-baik saja selama kita tegak bersama dalam langkah yang sama. Lembab air mata belum usai, diakhir persembahan kelas akhir mendengungkan sebuah narasi solidaritas untuk kawan mereka, Nurul Izzah Jihartin dari Pondok Pesantren Al-Mardliyyah asal tuban yang wafat (28/06/2019) awal tahun ajaran 2019/2020 ini.
"Sebelum berakhir, mari kita berdoa bersama dan memohon ampun untuk kawan kita Nurul Izzah Jihartin. Kami mengetahui betul bahwa Nurul Izzah Jihartin yang paling semangat ketika  mempersiapkan kegiatan persembahan dari kelas akhir ini," kata salah satu siswi yang menamakan angkatannya Afsheena.
"Afsheena Keren," teriaknya sekali lagi.

Perhelatan class meeting Madrasah Muallimat Tambakberas dilangsungkan selama 4 hari. Berbagai lomba dilaksanakan, antara lain kirab dan yel-yel (01/10), teatrikal puisi, kreasi nadhom, MSQ, da'i muda (02/10), Putri MMA, baca kitab, the best MMA, rangking1 (03/10), mading 2D, kaligrafi, badminton (04/10). (Imam NH)


Class meeting Osis Muallimin Wali songo Papua Humanis

blog comments powered by Disqus