Sholat Fardlu Tidak Menghadap Kiblat

11 April 2019 | Madrasah | Admin | Dilihat 372 Kali

Menghadap qiblat merupakan syarat sholat bagi orang yang mampu melakukan. Karena itu, sholat tidak sah jika tidak memghadap qiblat. Menghadap ke arah qiblat ini dengan dada, bukan dengan wajah. Hal ini sebagaimana yang ditulis dalam kitab Fathul Wahab, karya Syaikhul Islam Abu Yahya Zakariyah Al Anshori (1420-1520 M).

Adapun bagi orang yang tidak mampu menghadap qiblat, misalnya orang sakit yang tidak bisa bergerak dan tidak ada orang yang membantu untuk menghadapkan ke qiblat, maka dia sholat dalam kondisi apa adanya, dan wajib mengulangi sholat ketika sudah bisa menghadap qiblat.

Ada pengecualian: dalam kondisi sangat ketakutan, sholat (baik sholat sunnah atau wajib) boleh tidak menghadap qiblat karena darurat. Misalnya saat terlibat dalam pertempuran. Kondisi saat pertempuran merupakan kondisi darurat. 

Pengecualian juga diberikan kepada orang yang sholat sunnah saat bepergian. Dengan ketentuan, perginya memiliki tujuan yang jelas dan diperbolehkan (mubah), bukan tujuan untuk maksiat.

Lah, kalau melakukan sholat fardlu, dalam kondisi normal (tidak darurat), apakah boleh tidak menghadap qiblat, seperti yang dilakukan sebagian umat Islam di stadion GBK saat kampanye salah satu calon presiden yang lalu?

Berdasarkan ketentuan hukum di atas, jika memang benar, ada yang tidak menghadap qiblat, maka sholatnya tidak sah, karena tidak menjalankan salah satu syarat sholat, yaitu menghadap qiblat (tawajjuh lil qiblat), serta tidak dalam kondisi darurat (sangat takut), dan bagi orang yang melakukan hal tersebut wajib mengulang sholatnya. (ma)


Sholat Fardlu Kiblat GBK

blog comments powered by Disqus