Prinsip Tawazun Di Muallimin Muallimat

29 Oktober 2018 | Artikel | Admin | Dilihat 109 Kali

Prinsip dalam ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) ada empat yaitu tawazun (seimbang), tawassuth (tengah), tasamuh (toleran)  dan i’tidal (adil). Keempat prinsip atau ciri Aswaja ini adalah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Organisasi Nahdaltul Ulama menggunakan keempat prinsip tersebut dalam menyikapi perubahan sosial-budaya, ekonomi maupun politik. Dengan keempat prinsip tersebut, Nahdlatul Ulama mampu memberikan jawaban bagi kondisi dunia yang dilanda bencana radikalisme agama, terorisme dan konfik komunal.

Dalam Mukatamar Nahdlatul Ulama ke-33 di Jombang diputuskan terkait dengan keempat prinsip tersebut, yang menyatakan bahwa, prinsip-prinsip tersebut memiliki keterkaitan antar satu dengan lain. Prinsip-prinsip tersebut bisa disatukan ke dalam ‘wasathiyah”, yang berarti moderat.

Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Ulum Tambakberas sebagai salah satu Madrasah yang melakukan pendidikan bagi santri yang secara umum menjadi kader-kader Nahdlatul Ulama, tidak lepas dari prinsip yang dipegang dan dijalankan oleh organisasi Nahdlatul Ulama. Prinsip tersebut diejahwantahkan dalam kurikulum yang dirumuskan dan dilaksanakan di Madrasah.

Struktur kurikulum di Madrasah Muallimin Muallimat sejak berdirinya tahun 1956 sampai saat ini masih memberikan porsi 75% materi pelajaran salaf (agama), dan 25% materi pelajaran umum (nasional). Meskipun tantangan (challenges) dari eksternal sangat besar, terutama terkait dengan kebijakan sistem pendidikan nasional yang terus mengalami perubahan, kurikulum pendidikan di Madrasah Muallimin Muallimat masih terus dipertahanakan. Perubahan-perubahan yang dilakukan justru memperkuat posisi kurikulum tersebut, yaitu dengan memperbaiki dan men-sinkronkan kitab rujukan, yang sebelumnya tidak memiliki keterkaitan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lain, menjadi singkron dari sisi pembahasan (lessons) dan sistematika.

Adapun ejahwantah (implementation) prinsip Aswaja dalam kurikulum Madrasah Muallimin Muallimat adalah terutama terkait dengan prinsip tawazun (dalam penjelasan hasil Muktamar NU ke-33 berarti seimbang penggunaan wahyu dan akal dalam memahami teks keagamaan) adalah keseimbangan antara: 1. Materi pelajaran yang mengedepankan dalil naqli, berupa pelajaran al Qur’an dan al Hadist, beserta dengan ilmu-ilmu penunjangnya dengan; 2. Mata pelajaran yang mengedepankan dalil aqli, antara lain ilmu mantiq (filsafat logika), qowaidul dan ushul fiqh (filsafat hukum Islam) dan lain-lainnya.

Rumusan struktur kurikulum yang tawazun ini berpengaruh kepada cara berfikir siswa Madrasah Muallimin Muallimat, karena mereka tidak hanya belajar dalil-dalil naqli yang bersifat wahyu, tetapi mereka juga belajar tentang dalil-dalil aqli (penalaran akal) yang bersifat manusiawi. Cara berfikir seperti ini akan berlanjut dan mempengaruhi cara berfikir mereka dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, sebagaimana yang dirumuskan dan dikembangkan di Nahdlatul Ulama, para siswa dan alumni Madrasah Muallimin Muallimat akan selalu bertindak dalam langgam wasathiyah.  (ma)


tawazun prinsip nahdlatul ulama muallimin muallimat

blog comments powered by Disqus