Minim Kehadiran, Rapat Guru Kelas 2A Cukup Dinamis Dan Inspiratif

20 November 2019 | Madrasah | Admin | Dilihat 243 Kali

Muallimin Online,
Secara berkala, minimal sebulan sekali, pimpinan Program Khusus Kelas A, melakukan koordinasi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran di kelas A. Kegiatan ini ditujukan untuk memantau pelaksanaan kegiatan pembelajaran agar bisa berjalan secara baik. Hal ini karena Program Khusus Kelas A adalah program percepatan (akselerasi) bagi siswa yang masuk ke Madrasah Muallimin dari lulusan Madrasah luar dengan menempuh jenjang belajar yang berbeda dengan yang ditempuh siswa Muallimin Muallimat secara reguler.

Pada bulan ini (November, red), Pimpinan Program Khusus menyelenggarakan rapat koordinasi dan monitoring-evaluasi untuk guru-guru Kelas 2A, pada Senin (11/11), di salah satu ruang Gedung Induk (Muallimat). Meskipun kehadiran guru sangat minim dalam rapat tersebut, karena dari 29 undangan guru kelas 2A, yang hadir hanya 13 orang. Meskipun begitu, rapat berlangsung cukup dinamis dengan diskusi yang sangat hidup dan inspiratif.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua Program Khusus, KH Lukman Hakim Mahfudz menyampaikan tentang beberapa hal terkait dengan absensi guru yang dikatakan sudah lumayan. "Karena itu bagi guru yang absensi kehadirannya belum lumayan, mohon ditingkatkan," sindirnya dihadapan guru kelas 2A.

Kiyai Lukman juga menyampaikan bahwa, anak (siswa) kelas 2A mengalami perubahan 180 derajat dalam belajar, dimana sebelumnya mereka belajar di MTs atau SMP, yang tentunya sangat berbeda dengan sistem belajar di Muallimin Muallimat.

"Karena itu, kami berharap ada yang bisa menyampaikan perkembangan siswa kelas 2A secara rutin," katanya.

"Sekali dua kali (dalam proses belajar, red) guru bisa memerintahkan kepada siswa untuk membaca kitab yang dibaca oleh bapak ibu guru. Hal ini terutama bagi siswa yang jarang masuk dan ngantuk saat jam pelajaran. Karena kita belum mengetahui, apakah siswa kelas 2A sudah mulai bisa membaca kitab atau belum. Karena butuh laporan dari semua guru," sambungnya.

Diskusi Dinamis Dalam Rapat

Selanjutnya, rapat berjalan secara dinamis dan memberi inspirasi bagi peserta rapat dalam bertindak selanjutnya. 

Dalam diskusi dibicarakan dan ditemukan bahwa,  siswa yang rata-rata tiap kelas berjumlah 40-an anak, yang mengikuti pelajaran dengan baik 15 anak, sekitar 25 belum bisa mengikuti pelajaran dengan baik, bahkan ada anak yang tidur di kelas, bahkan saat diminta untuk maju dan membaca kitab ada yang tidak mau. 

Untuk mencegah siswa mengantuk, ada tindakan inspiratif, yaitu siswa diminta untuk membaca kitab di depan atau diajak olahraga. Minimal menggerakkan tubuh dalam hitungan tertentu, agar tidak mengantuk. Karena jika ada murid yang mengantuk, masalahnya juga berasal gurunyanya juga.

Namun, kondisi ini tidak dialami semua guru. Karena ketika dilontarkan pertanyaan, apakah ketika mengajar di kelas semua guru mengalami hal yang sama? ternyata tidak semua guru mengalami hal tersebut. Hal ini berarti, dalam mengajar di kelas dibutuhkan kreatifitas guru, bagaimana siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Masalah utama di kelas 2A adalah latarbelakang siswanya tidak sama. Ada yang sudah terampil dalam membaca kitab kuning, ada yang belum terampil, bahkan ada yang belum bisa sama sekali. Perbedaan latarbelakang yang dimaksud adalah asal sekolah siswa sebelumnya, ada yang berasal dari MTs di Tambakberas, ada yang dari pondok salaf, ada yang dari sekolah umum (SMP atau MTs di luar pondok). Dari sini dibutuhkan kecermatan dalam menyampaikan pelajaran atau mendampingi siswa dalam belajar dengan membuat kategori.

Dibutuhkan juga pendataan bagi siswa yang benar-benar belum bisa, dan jumlahnya tidak banyak. Kemudian dari yang tidak banyak tersebut di luar jam belajar dilakukan semacam matrikulasi.

Dalam rapat juga ditemukan bagaimana melakukan penilaian sederhana yang saling terkait, yaitu dengan melihat, apakah tulisannya sudah bisa dibaca atau belum, apakah membaca kitabnya sudah lancar atau belum dan, apakah nilai ujiannya bagus atau tidak. Dari ketiga pertanyaan ini, kemampuan siswa bisa dilihat secara menyeleuruh.

Temuan yang lain, adalah bahwa siswa kelas 2A itu lebih baik dalam menalar pelajaran daripada anak 2B. Karena dari sisi kematangan atau umur lebih dewasa.

Karena ada perubahan besar dalam sistem belajar dengan sekolah sebelumnya, maka butuh masa transisi. Perubahan-peribahan di siswa akan terlihat setelah mereka belajar selama 3 bulan pertama. Misalnya sikap, cara menulis pelajaran sudah ada perubahan, meskipun masih ada beberapa masalah yang perlu dicari jawabannya.

Dari sini bisa dilihat dinamika diskusi dalam rapat, yang sangat bermanfaat bagi pengembangan guru. Karena itu, sangat rugi bagi yang tidak bisa mengikuti.(ma)


Program Khusus Kelas 2a Muallimin Kitab kuning Guru

blog comments powered by Disqus