Menguak Misteri: Siapa Sebenarnya Imam Al Zarnuji?

10 Januari 2021 | Ruang Guru | Admin | Dilihat 169 Kali

Kalangan santri pasti tidak asing dengan kitab Ta'limul Muta'alim karya Imam Al-Zarnuji ini. Kitab fenomenal ini berisi tentang pentingnya Adab sebelum Ilmu. Cocok bagi para pecinta ilmu yang ingin mengetahui rahasia adab dan cara belajar ilmu yang benar. Kitab Ta'limul Muta'alim merupakan salah satu buku paling tua dalam jajaran literasi Islam yang membahas tarbiyah (pendidikan). Kitab ini menjadi buku wajib di beberapa pesantren yang menekankan pentingnya adab sebelum ilmu. 

Lalu, muncul pertanyaan, siapa sebenarnya Imam Al-Zarnuji, penulis kitab tersebut?

Imam Al-Zarnuji adalah orang yang diyakini sebagai satu-satunya pengarang kitab Ta’lim Muta’alim akan tetapi nama beliau tidak begitu dikenal dari apa yang ditulisnya. Dalam hal ini terdapat perbedaan pada beberapa penelitian dengan memberikan nama lengkap (gelar) kepada Syeikh Al-Zarnuji.

Sebagaimana dipaparkan oleh Awaludin Pimay, dalam tesisnya tentang perbedaan nama lengkap (gelar) dari pengarang kitab Ta’lim Muta’alim sebagai berikut:

Dalam kitab al-A’lam karya Zirikli dan al-Munjid fi al-Lughah wa al-A’lam karya Louis Ma’luf. Disebutkan bahwa beliau adalah Nu’man bin Ibrahim bin Khalil al-Jarnuji, Taj al-Din. 

Hal ini juga yang disampaikan oleh “Khairudin al-Zarkeli, yang menuliskan nama Al-Zarnuji dengan Nu’man bin Ibrahim bin Khalil al-Zarnuji Tajudin. Seperti dikutip oleh Tatang M. Amirin, M.Ali Chasan Umar dalam kulit sampul buku al-Zarnuji yang telah diterjemahkannya, menyebutkan nama lengkap al-Zarnuji sebagai Syeikh Khalil al Zarnuji.

Sementara dalam kata Khalil al-Zarnuji, Busyairi Madjidi yang mengutip dari buku Fuad al-Wani menyebutkan al-Zarnuji isinya. Nama dengan Burhanuddin al-Zarnuji. Demikian juga Muchtar Affandi dan beberapa literatur yang dikutip dalam atau al-Din al-Zarnuji. Kecuali itu, ditemukan pula sebutan lain untuk al-Zarnuji yaitu Burhan al-Islam al-Zarnuji.” (Awaludin Pimay: 1999).

Van Grunebaum dan Abel memberikan informasi sebagaimana dikutip dalam tesis Maemonah, bahwa al-Zarnuji adalah seorang sarjana Muslim yang hidup di Persia. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa al-Zarnuji ahli hukum dari sekolah Imam Hanafi yang ada di Khirasan dan Transoxiana, sayangnya tidak ada fakta informasi yang mendukung terkait hal ini. Meskipun begitu, seorang penulis muslim membuat spekulasi bahwa al-Zarnuji berasal dari daerah Afganistan. Dalam masalah riwayat Imam al-Zarnuji ini terjadi ketidakjelasan seperti yang dikemukakan oleh Abdul Qadiri Ahmad, bahwa sedikit sekali dan dapat dihitung dengan jari kitab yang menulis riwayat hidupnya. Dan beberapa kajian terhadap Ta’lim Muta’alim tidak dapat menunjukkan secara pasti mengenai waktu kehidupan dan karier yang dicapainya. Dengan demikian, pengetahuan tentang Imam al-Zarnuji sementara ini berdasarkan pada studi M. Plessner yang dimuat dalam Encyclopedia of Islam.

Dalam buku Islam Berbagai Prespektif, Affandi Muchtar menemukan informasi lain tentang al-Zarnuji berdasarkan pada data dari Ibnu Khalikan, yaitu menurutnya, Imam al-Zarnuji adalah salah seorang guru Imam Rukn Addin Imam Zada (wafat 573/1177-1178) dalam bidang Fiqih. Dengan begitu, mengenai kelahiran atau masa hidup Imam al-Zarnuji dapat diperkirakan lahir pada sekitar 570 H. Sedangkan tentang kewafatannya terdapat perbedaan, ada yang menyatakan tahun 591 H (1195 M). Perkiraan tersebut menurut M. Plessner berdasarkan adanya fakta bahwa al-Zarnuji banyak mengutip pendapat dari guru beliau yang ditulis dalam kitab Ta’lim dan sebagian guru beliau yang ditulis dalam kitab Ta’lim meninggal dunia pada akhir abad ke-6. Dalam kata lain, Imam al-zarnuji wafat sekitar pada abad ke-7 H.

(Moch Wildan Habibie, Guru Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum)


Talimul Mutaallim Akhlaq Muallimin

blog comments powered by Disqus