Menggiatkan Menulis, OSIS Muallimin Selenggarakan Diklat Jurnalistik

3 April 2019 | Ruang Siswa | Admin | Dilihat 207 Kali

Muallimin Online,

Organisasi Siswa Madrasah Muallimin Muallimat Atas (MMA) 6 Tahun  Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang pada Ahad (31/03/2019) menyelenggarkan Diklat Jurnalistik. Kegiatan ini kerjasama dengan Lembaga Talif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang, dan dihelat secara cuma-cuma di Auditorium MMA Bahrul Ulum.

“Kita ingin setiap madrasah, pesantren dan santri bisa aktif menulis kegiatan mereka dalam bentuk berita. Lalu diposting di website madrasah atau pesantren. Bisa juga lewat blog atau wordpress. Kalau belum punya kita bantu buat. Tahun ini harus punya strategi dakwah,” kata M Choirurojikin, pemateri dari LTNNU Jombang.

Pria yang biasa disapa Oji ini menambahkan saat ini media sosial masih dikuasai golongan “minhum”. Kelompok tersebut saat ini sangat gencar menyudutkan NU lewat postingan dan tulisan yang provokatif.

Keengganan santri untuk mengusai media sosial membuat generasi muda dari kelompok "minhum" membanjiri media sosial (Medsos). Mereka aktif menulis kajian Islam versi mereka di Facebook, IG, Whatshap, Twitter, Blog, Website dan versi video di YouTube. 

“Efeknya apa?. Setiap ada yang mengetik kata “cara berwudlu” di Google maka yang muncul pada halaman pertama adalah Website atau Blogger dan akun medsos punyanya “minhum”, sesal Oji.

Dikatakannya, LTNNU Jombang membuat sebuah program khusus bernama “LTNNU Sambang”. Selanjutnya, tim dari LTNNU Jombang akan berkeliling ke madrasah, sekolah, pesantren dan komunitas untuk memberikan materi jurnalistik plus sekaligus cara membuat blog dan website. 

“Andai saja para santri mau meluangkan waktu untuk membagikan hasil kajiannya di Blogger atau Website maka tentu orang yang baru belajar Islam ini bisa memahami hukum Islam secara lengkap dan sejuk,” ungkap Oji.

Sementara itu, peserta diklat jurnalistik Zaky mengatakan sangat senang dengan program LTNNU Jombang. Ia merasa terbantu oleh pemateri terkait tips-tips membuat berita yang bagus dan benar. 

“Kita tadi baru tahu, ternyata buat berita itu mudah. Bahkan ngajinya kiai di pesantren juga bisa dibuatkan berita,” bebernya. 

Dikatakannya, dari hasil diklat, para peserta sepakat untuk tidak menyalahkan keadaan dan lingkungan. Namun mulai berangkat untuk maju dari diri sendiri. Pasca beranjak dari forum ini, peserta akan aktif menulis ucapan hikmah dari para guru dan kandungan kitab klasik dalam bentuk berita. Sesuai kaidah jurnalistik yang ada. 

“Semua peserta sangat antusias dan menyimak secara teliti setiap materi yang disampaikan. Terbukti tidak ada yang tidur dan main handphone atau ngobrol rame sesama peserta diklat. Saat diminta praktek menulis mereka pun rebutan setoran membuat berita,” tandasnya (nujombangonline)


Diklat Jurnalistik OSIS MMA Muallimin LTNNU

blog comments powered by Disqus