Madrasah Melakukan Seleksi Penerima Beasiswa Di Al Azhar Mesir

8 Mei 2019 | Madrasah | Admin | Dilihat 163 Kali

Muallimin Online,
Sebanyak 10 (sepuluh) alumni 2019 Madrasah Muallimin Muallimat, pada hari ini Rabu (08/05) diundang ke Madrasah untuk mengikuti seleksi memperoleh beasiswa penuh dari Universitas Al Azhar Mesir.

Ke-sepuluh alumni yang diundang merupakan sepuluh orang lulusan terbaik dalam Muwadaah Wisuda Purnasiswa 2019 yang telah diselenggarakan pada Sabtu (27/04). Sepuluh orang alumni tersebut adalah Moh Ansori (Sidoarjo), Muh Ferry Effendi (Jombang), Moh Abda' Rifqi (Tulungagung), Robert Buldan Kanzy (Probolinggo), Moh Beryl al Ghozali (Nganjuk), Dina Rahmawati (Sidoarjo), Dian Tsuroya Patria Ummah (Jombang), Luthfi Maulidi Rahmah (Kediri), Zakiyatud Darojah (Gresik) dan, Nur Afidatus Shofiyah (Jombang).

Seleksi yang diselengarakan di salah satu ruang kantor Madrasah ini, dilakulan oleh 4 orang tim seleksi beasiswa, yaitu HM Muhyidin, H Abdillah Murtadlo, H. Abul Abbas dan H. Abdullah Rifan. Keempatnya adalah sebagian guru Muallimin Muallimat alumni Universitas Al Azhar Mesir.

Sedangkan 10 peserta yang diundang, hadir 4 orang peserta, yaitu Moch Anshori, Moh Abda' Rifqi, Robet Buldan Kanzy dan, Nur Afidatus Shofiyah. 6 orang peserta lainnya tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah di Al Azhar Mesir.

Tampak dalam seleksi yang menggunakan bahasa pengantar Indonesia, Arab dan inggris tersebut, peserta seleksi ditanya tentang motivasi belajar di Al Azhar.

Salah seorang peserta, yang sebelumnya juga mengikuti tes beasiswa kuliah di China ditanya tentang motivasinya. "Saya ingin mendalami ilmu syariah di al Al Azhar," katanya yakin dengan menggunakan Bahasa Arab.

Seorang penyeleksi menanya lebih lanjut, "bukankah kamu sudah ikut tes beasiswa kuliah di China. Jika diterima keduanya, mana yang akan dipilih," tanyanya.

Dengan mantap peserta seleksi ini menjawab, "saya akan pilih belajar di Al Azhar".

Lebih lanjut, anggota tim yang lain bertanya, "berapa Juz al Quran yang sudah dihafal?".

"Dua Juz, Insyaallah," katanya singkat. Selanjutnya salah seorang anggota tim meminta untuk membaca salah satu surat dari Juz yang telah dihafalkan.

Dalam kesempatan tersebut, tim seleksi juga menyampaikan bahwa, beasiswa yang diperoleh tidak termasuk tiket pesawat dari Indonesia.

Salah satu tim seleksi, HM Muhyidin mengatakan bahwa, seleksi menanyakan tentang motivasi, kemampuan/kompetensi dan kesiapan mengabdi di Madrasah setelah selesai belajar. "Tetapi yang paling menentukan adalah motivasi dan kesiapan mengabdi di Madrasah, disamping kompetensi," katanya.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, jika TGB H. Zainul Majdi, selaku ketua Organisasi Alumni Al Azhar di Indonesia memberikan beasiswa penuh kepada satu orang siswa lulusan terbaik saat acara Muwadaah pada Sabtu (27/04). "Karena siswi terbaik, Dina Rahmawati, tidak berkenan menerima, maka Madrasah melakukan seleksi bagi 9 siswa terbaik di bawahnya," demikian kata pak Muhyidin. (ma)


Beasiswa Al Azhar Mesir TGB Zainul Majdi Muallimin

blog comments powered by Disqus