Dari Kegiatan Bedah Buku: Kiat Dan Teknik Belajar Dalam Talimul Mutaallim

21 November 2018 | Ruang Siswa | Admin | Dilihat 223 Kali

Muallimin Online,

Organisasi Siswa bekerjasama dengan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Madrasah Muallimin Muallimat 8 Tahun Bahrul Ulum menyelenggarakan kegiatan "Kajian Ilmiah & Bedah Buku" dengan tema Kiat dan Teknik Belajar dalam kitab Ta'lim Muta'alim, pada Selasa (20/11).

Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan hari libur Peringatan Maulid Nabi SAW tersebut dihadiri H. Nailul Huda dan Hamim HR, penulis buku dan saat ini sebagai penulis aktif di Lirboyo Press dan Santri Salaf Press. Hadir juga sebagai pembanding, KH. A. Mustain syafi'I, dosen di Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng dan IAIBAFA Tambakberas Jombang.

Dalam paparannya, Hamim HR menjelaskan tentang isi dari buku yang dibedah. "Semua pasti tahu bahwa kitab ini (Ta’limul muta’allim, Red) menjelaskan tentang akhlak. Sangat cocok untuk masa sekarang, karena banyaknya orang yang sudah tidak memperhatikan moral atau akhlaknya. Rasulullah SAW bersabda, seorang tidak bermoral, berarti tidak berilmu. Akhlak menduduki tingkat paling tinggi untuk dipelajari," jelasnya.

"Sebab tujuan yang paling utama dalam menuntut ilmu adalah menjadikan kita manusia yang mulia dan berahlakul karimah. Nabi SAW saja diutus untuk menyempurnakan akhlak," tambahnya.

Sementara itu, KH Mustain Syafii, dalam paparan pembandingnya menjelaskan tentang keutamaan ilmu. "Belajarlah ilmu agama. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu yang paling lurus untuk di pelajari. Oleh karena itu, orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh," katanya.

Sebelum mengakhiri sesi pertama, Kyai Musta'in mengutarakan satu pertanyaan. Apa hukum belajar Bahasa Inggris? Dalam menjawab pertanyaan ini, para peserta menjawab dengan berbagai jawaban. Mulai mubah (boleh), sunnah, dan wajib.

"Lah.. dari satu pertanyaan saja, muncul jawaban yang begitu beragam kan? Jadi, kita tidak bisa memaksakan jawaban kita sendiri pribadi. Dan dari sini bisa ditebak bahwa, yang menjawab mubah, uripe yo gelibet nang kene-kene ae (hidupnya ya berada disekitar sini saja), kalau jawabannya Sunnah, itu lebih baik dari mubah. Karena kemaslahatannya lebih banyak. Untuk yang menjawab wajib, kalian akan menjadi juru bicara Allah di berbagai negara," pungkasnya, disambut dengan tepuk tangan peserta.

Menurut salah satu panitia, Sahru Romadhon, kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Hasbullah Said ini, dihadiri lebih dari 500 peserta. "Alhamdulillah Kyai Ta'in bisa hadir. Hanya Pak Nailul Huda yang tak bisa hadir. Selebihnya kami begitu bersyukur karena antusiasme dari para siswa Madrasah Muallimin begitu besar. Siswa dari madrasah lain juga banyak sekali yang hadir," katanya dengan penuh semangat. (inh/ma)


bedah buku talimul mutaallim organisasi siswa LBM MMA

blog comments powered by Disqus