Darah Yang Diwarisi Santri Bahrul Ulum Adalah Sebagai Dai dan Pejuang NKRI

19 Januari 2019 | Madrasah | Admin | Dilihat 332 Kali

Muallimin Online,
Santri Bahrul Ulum Tambakberas memiliki darah yang diwariskan dari para pendiri, terutama dari KH Abdul Wahab Hasbullah. Darah yang diwariskan tersebut adalah darah sebagai da'i ajaran Islam dan darah sebagai pejuang bagi Negara Republik Indonesia.

Demikian disampaikan H. Wafiyul Ahdi, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU) Tambakberas Jombang, saat memberikan sambutan dalam seremoni Pembukaan Hari Ulang Tahun Madrasah dan Pondok Pesantren (Humapon) tahun 2019 di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Sabtu (19/01)

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 10 ribu santri Tambakberas, pengasuh dan para guru tersebut, Gus Wafi juga menyampaikan bahwa, lebih jauh dua warisan darah tersebut berasal dari pendiri Pondok Bahrul Ulum, yaitu Mbah Syechah. 

"Mbah syechah memiliki dua sisi. Satu sisi beliau adalah seorang da'i yang mengajarkan Islam, dan di sisi lain, beliau merupakan pejuang bagi kemerdekaan bangsanya. Itulah yang kita warisi sampai saat ini," ulasnya disambut tepuk tangan para santri.

Lebih lanjut Gus Wafi menyampaikan bahwa, umur pondok pesantren Bahrul Ulum sudah hampir 2 abad. "Kita sebagai penerus dari para pendiri berusaha melanjutkan cita-cita pendiri yang menjadikan pondok pesantren sebagai pusat pengkaderan bagi santri-santri yang memiliki dua sisi. Sebagai dai sekalgus sebagai pejuang bagi NKRI," katanya.

"Alhamdulillah saat ini kita sedang melaksanakan opening ceremony Humapon. Ulang tahun pondok ke-194 dan madrasah ke-104, dan meski semalam diguyur hujan, tetapi demi Bahrul Ulum, kita dengan penuh semangat tetap berusaha mensukseskan acara ini. Semoga kita selalu mendapatkan barokahnya," katanya menutup sambutan. (ma)


Pembukaan Humapon 2019 H Wafiyul Ahdi Yayasan PPBU

blog comments powered by Disqus