Kilas sejarah Madrasah Mu’allimin Mu’allimat

Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Bahrul Ulum Tambakberas Jombang berdiri pada tahun 1956. Madrasah ini didirikan sebagai kelanjutan dari Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum yang sudah lebih dulu berdiri. Tujuan utama pendirian Madrasah Muallimin Muallimat adalah menyiapkan kader guru (mu’allim) dari Pondok Pesantren.

Di awal pendiriannya, tempat belajar madrasah diselenggarakan di teras depan rumah pendirinya, yaitu KH Abdul Fattah Hasyim. Hal ini karena madrasah belum memiliki ruang kelas yang digunakan untuk belajar secara klasikal.

KH Abdul Fattah Hasyim memimpin sendiri proses belajar mengajar di madrasah ini dengan menjadi kepala madrasah. Hal ini karena masa terbatasnya personal yang memiliki ketrampilan sebagai seorang guru pada tingkat lanjutan setelah Madrasah Ibtidaiyah. Inilah yang menjadi alasan mengapa mendirikan sekolah guru (Madrasah Muallimin-Muallimat).

Pada masa-masa awal pendirian, waktu belajar di madrasah ditempuh dalam waktu 4 tahun, dan hanya dikhususkan bagi santri putra. Santri putri masih belum bisa menempuh pendidikan guru ini. Namun dua tahun setelah pendirian (tahun 1958), Madrasah Muallimat yang dikhususkan untuk santri putri menyusul didirikan. Tempat belajar dilakukan secara bergantian. Pagi untuk para siswa dan siang untuk siswi. Sejak itu madrasah ini menjadi Madrasah Muallimin Mu’allimat dengan masa belajar 4 tahun. Kurikulum yang digunakan mengacu pada Sekolah PGA 4 tahun dengan pelajaran agama menggunakan kitab kuning. Pimpinan Madrasah secara formal belum ada. KH. Abdul Fattah sebagai pendiri menunjuk Bapak Mamas dari Kalimantan untuk mengelola madrasah ini sampai tahun 1960.

Pada tahun 1964 Kurikulum PGA disempurnakan menjadi 6 tahun sehingga Madrasah Muallimin Muallimat juga menyesuaikan menjadi 6 tahun. Saat itu pimpinan madrasah dipegang oleh Abdurahman Wahid (Gus Dur) sampai tahun 1966. Selanjutnya Madrasah ini dipegang kembali oleh KH. Abdul Fattah.

Tahun 1969 Madrasah berubah status menjadi MTsAIN untuk kelas 1-3 dengan kepala Madrasah Drs. H. Moh Syamsul Huda dan MAAIN untuk kelas 4-6 dengan kepala madrasah KH. Achmad Al Fatih AR. Atas prakarsa KH. Wahab Chasbulloh turun SK Menteri Agama Nomor :23/1969 tanggal 4 Maret 1969 yang waktu itu dijabat oleh KH. Muhammad Dahlan. Dengan perubahan status ini, maka Madrasah juga berstatus sebagai madrasah negeri.

Tahun 1971 menteri Agama RI meresmikan gedung Madrasah dan lokasi yang baru yakni di lokasi yang sekarang ini. Karena statusnya sebagai madrasah negeri, maka kurikulumnya mengikuti kurikulum negeri. Guru dan staff pengajarnya-pun diangkat sebagai Pegawai Negeri.

Tahun 1972 KH. Abdul Fattah mendirikan kembali Madrasah Mu’allimin Mu’allimat yang mandiri dengan menggabungkan kurikulum pesantren, PGA 6 tahun dan sedikit pelajaran umum. Beliau memulai dari nol kembali untuk menjaga kemandirian dan kemurnian kurikulum tersebut. Kepala madrasah saat itu adalah KH. Achmad al Fatih AR yang merangkap jabatan sebagai kepala MAAIN.

Sedangkan kedua madrasah negeri, yang lahir dari perubahan status dari Madrasah Muallimin Muallimat, yaitu MTsAIN dan MAAIN, saat ini telah berkembang pesat menjadi MTsN Tambakberas dan MAN Tambakberas. Lokasi kedua madrasah negeri inipun saat ini berada dalam lokasi tersendiri di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Tahun 1982 berdiri Sekolah Persiapan Madrasah Muallimin Muallimat (SP MMA). Sekolah yang ditempuh dalam masa belajar selama 2 tahun ini, dipersiapkan bagi siswa baru yang belum pernah mengenal pendidikan agama yang diajarkan di Madrasah Muallimin Muallimat. Karena itu, kurikulum sekolahan ini 100% bermaterikan pendidikan agama. Setelah berjalan selama 10 tahun, dan menghasilkan lulusan yang menjadi input Madrasah Muallimin Muallimat, akhirnya Pada tahun 1992 sekolah ini menjadi madrasah yang mandiri di lingkungan Bahrul Ulum.

Pada Tahun Pelajaran 1983/1984, Madrasah Muallimin Muallimat mengikuti akreditasi madrasah. Dengan adanya akreditasi ini MMA secara formal memiliki 3 lembaga yaitu: MMA 6 tahun (kelas 1-6), MMP (kelas 1-3) setingkat Tsanawiyah, MMA (kelas 4-6) setingkat Aliyah.

Dengan adanya akreditasi ini siswa kelas 3 yang belum memiliki ijazah setingkat MTs/SMP bisa mengikuti ujian Negara dan mendapatkan ijazah formal secara sah dan siswa kelas 6 dapat mengikuti Ujian Negara setingkat Aliyah dengan jurusan IPS secara sah pula.Tetapi di lapangan sehari-hari yang ada hanya Madrasah Muallimin Muallimat dengan muatan kurikulum agama 75 % dan 25 % kurikulum umum.

Tahun pelajaran 1993/1994 Madrasah Muallimin Muallimat kembali mengikuti akreditasi formal dengan nama MMA BU (Madrasah Menengah Atas Bahrul Ulum) setingkat Aliyah untuk kelas 4-6 dengan status diakui dan MMP BU (Madrasah Menengah Pertama Bahrul Ulum) setingkat MTs untuk kelas 1-3 juga dengan status diakui. Mata pelajaran keagamaan tetap menggunakan kitab-kitab salaf dengan prosentase 75 % agama dan 25 % umum.

Tahun 2001 Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Ulum Tambakberas Jombang dengan lama pendidikan 6 tahun semakin mengkokohkan diri sebagai madrasah yang mempunyai ciri khas pendidikan salaf. Undang-undang Pendidikan yang baru tahun 1998 memberikan angin segar bagi madrasah/sekolah yang mempunyai ciri khusus seperti madrasah ini.

Dengan adanya akreditasi ini siswa kelas 3 yang belum memiliki ijazah setingkat MTs/SMP bisa mengikuti ujian Negara Tanpa merubah muatan kurikulum agama, madrasah ini diakui pemerintah dan mendapat akreditasi B. Ujian Negara bisa dilaksanakan di madrasah ini tanpa bergabung ke madrasah lain yakni MAN Tambakberas seperti selama ini. Siswa kelas 6 yang lulus mendapat 2 ijazah, satu ijazah Aliyah jurusan IPS dan satu ijazah Madrasah Mu’allimin Mu’allimat dengan 29 mata pelajaran gabungan antara kurikulum pesantren, PGA dan Aliyah Jurusan IPS. Ijazah Madrasah Mu’allimin juga sudah muadalah (diakui) oleh Universitas al Azhar Kairo. Lulusan madrasah ini dapat menggunakan kedua ijazahnya untuk melanjutkan belajar ke luar negeri.

Tahun 2003 Madrasah ini kembali berbenah diri dalam bidang administrasi pendidikan dan kurikulum. Dengan adanya UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional bahwa pendidikan formal jenjangnya adalah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, maka madrasah ini untuk formalitas menjadi MTs Mu’allimin Mu’allimat dan MA Mu’allimat Mu’allimat dengan jurusan Bahasa.

Dengan adanya akreditasi ini siswa kelas 3 yang belum memiliki ijazah setingkat MTs/SMP bisa mengikuti ujian Negara tanpa merubah muatan kurikulum agama, madrasah ini diakui pemerintah dan mendapat akreditasi B. Ujian Negara bisa dilaksanakan di madrasah ini tanpa bergabung ke madrasah lain yakni MAN Tambakberas seperti yang dilakukan selama ini. Siswa kelas 6 yang lulus mendapat 2 ijazah, satu ijazah Aliyah jurusan IPS dan Bahasa asing yang diambil adalah bahasa Arab. Kurikulum agama tetap dipertahankan dan kitab-kitab salaf tetap menjadi referensi utama. Kurikulum KTSP memberikan peluang besar kepada madrasah ini untuk tetap bertahan. Muatan lokal yang ada menjadi nilai plus yang harus tetap dipertahankan. Hanya saja administrasi pendidikan dan perangkat pembelajaran yang tertib dan rapi masih menjadi agenda besar madrasah ini, termasuk kegiatan pembelajaran yang berlangsung pagi dan sore.