Praktek Mengajar: Mental Sudah Baik, Teknik Yang Belum


Muallimin Online,
Ujian Praktek Mengajar Siswa Kelas Akhir (Kelas 6) Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum, yang dilaksanakan sejak kemarin, Ahad-Senin (22-23/04/2018) dilalui para siswa dengan baik, terutama dari sisi mental. Sementara dari sisi teknik (metodologi) masih belum baik.

Hal tersebut kesimpulan sementara pada hari ini, Senin (23/04), yang disampaikan oleh beberapa guru penguji yang dimintai pendapat, antara lain Drs KH Ishom Ahmadi, Dra Hj Badiah Anwar dan Hj Yuhanidz Nur Habibah.

Menurut Kiyai Ishom, dari sisi mental siswa praktek sudah sangat baik. “Mereka sudah terbiasa mengajar adik-adiknya di Pondok masing-masing, dan sudah biasa menghadapi murid. Jadi secara mental sudah baik”, katanya.

“Sementara yang belum menguasai adalah dari sisi metodologi, masih perlu perbaikan”, lanjutnya.

Sedangkan guru penguji yang lain, Bu Badiah, mengusulkan bimbingan khusus, untuk mengurangi kekuarangan dari sisi metodologi. “Diperlukan bimbingan bagi siswa siswi yang akan melakukan ujian praktek mengajar, terutama dalam teknik mengajar. Teori pendidikan mungkin sudah didapatkan karrna ada mata pelajarannya, tetapi yang lebih teknik pelru juga diberikan. Misalnya dalam membuat RPP atau dalam menyampaikan”, terangnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, “Cara mengajar siswa praktek masih terpengaruh cara mengajar guru mereka di Muallimin Muallimat, belum menggunakan ilmu pendidikan yg didapat”.

Sama dengan Kiyai Ishom, Bu Badiah menegaskan bahwa, dari sisi mental sudah sangat baik. “Karena mereka sudah praktek di pondok sebagai guru klasikal atau diniyah untuk adik-adiknya, maka dari sisi mental sudah cukup baik”, katanya.

Pandangan agak berbeda disampaikan Bu Yuhanidz, yang menyatakan bahwa, ada beberapa siswa yang dari sisi mental masih juga belum baik. “Terlihat kok… Jika ada yang masih grogi. Sehingga dari sisi mental juga belum baik”, katanya.

“Apalagi jika dari sisi materi tidak menguasai. Misalnya saat ini, materinya Khot Arabi, tetapi siswi praktek belum menguasai materi-nya. Hal ini berpengaruh pada penguasaan kelas yang kurang baik”, terangnya.

Ujian Praktek Mengajar merupakan rangkaian ujian yang harus diikuti oleh kelas 6. Ujian ini merupakan ujian khusus yang diselenggarakan secara otonom oleh Madrasah. Tidak ada kaitannya dengan kurikulum nasional. Disamping ujian praktek mengajar, ujian lain yang dilakukan secara otonom adalah ujian baca kitab kuning dan ujian tulis.

Rangkaian ujian ini sebenarnya sudah sangat cukup baik, tetapi karena Madrasah Muallimin Muallimat juga mengikuti Kurikulum Nasional, maka siswa kelas 6 juga ikut UNBK, UASBN dan UAMBN. Karena itu, jika Negara bisa memberikan peluang untuk otonomi sekolah/madrasah, maka Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Ulum, sudah sangat siap. (ma)

Be Sociable, Share!