Penutupan Baksos Muallimin Muallimat


Muallimin Online,
Setalah 6 hari melakukan Bakti Sosial, siswa siswi Madrasah Muallimin Muallimat, Jumat (08/06), setelah sholat Taraweh, mengakhiri kegiatan dengan kegiatan pentupan Baksos.

Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Marmoyo Kabuh tersebut, dihadiri oleh sekitar 250-an warga desa. Hadir juga Kepala Desa Marmoyo beserta perangkat desa. Dari Muallimin hadir Waka Humasy, Maksum Khudlori, Sukardiyono, Ulil Abshor, Imam Nurhadi, Abdurrahman, serta KH Achmad Hasan, yang pada malam itu memberikan mauidloh hasanah.

Dalam acara yang dibuka dengan hadrah banjari tersebut, Maksum Chudlori, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ibu Kepala Desa Marmoyo dan warga Marmoyo, yang telah menerima siswa Muallimin dengan baik. “Alhamdulillah, anak-anak bisa diterima dengan baik di sini. Anak-anak bisa belajar bagaimana bermasyarakat”, katanya.

KH Ahmad Hasan

Kepala Desa Marmoyo, dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih, karena desa Marmoyo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Baksos. “Saya mengucapkan terimakasih karena telah dipilih sebagai tempat Baksos. Anak-anak di sini bisa belajar kepada mas-mas dari pondok Tambakberas”, ucapnya.

Sedangkan, dalam ceramahnya, Kiyai Hasan menyampaikan tentang pentingnya belajar dan keutamaan ilmu.

“Baksos ini adalah upaya berlatih bagi siswa Muallimin. Ini seperti onderdil mobil. Ilmu yang dmiliki siswa harus diamalkan agar bisa menjadi baik. Sama dengan onderdil mobil harus dipakai dan dipanasi”, katanya membuka mauidlohnya.

“Semua itu ada latihannya. Nabi saja ada masa latihan. Latihannya angon kambing. Lalu belajar dagang. Ini seperti Baksos. Karena mau Baksos, akhirnya bisa mendapat istri khodijah yang kaya, cantik dan punya derajat”, lanjutnya.

Selanjutnya Kiyai Hasan menyampaikan tentang pentingnya ilmu. “Ilmu itu nomer satu. Harta itu akan mengikuti. Saat Sayidina Ali ditanya orang khawarij, karena Sayidina Ali dipuji Nabi dengan mengatakan: Aku kota ilmu, Ali pintunya. Hal ini menjadikan orang-orang Khawarij penasaran”, katanya.

Dalam hal ini orang-orang Khawarij menanyakan satu pertanyaan, tetapi yang akan bertanya 10 orang.

“Mana yg lebih utama, ilmu atau harta?”. Sayidina Ali menjawab, ilmu lebih utama daripada harta. Dari 10 orang yang bertanya, dengan pertanyaan yang sama, Sayidina Ali bisa memberikan alasan yang berbeda-beda. Inilah kehebatan Sayidina Ali”, terangnya.

Drs H Abdul Rokhim Maruf

“Semoga kedatangan siswa Muallimin ini, bisa nggeret (narik, red) anak-anak generasi Marmoyo untuk bisa lebih maju”, pungkasnya.

Sementara itu, penutupan Baksos siswi Muallimat, yang diselenggarakan di desa Wonokerto Wonosalam, telah dilakukan sehari sebelumnya, Kamis (07/08). Hadir dalam penutupan tersebut, Drs Abdulrokhim Maruf, Wakil Kepala Madrasah dan beberapa guru.

Kegiatan Baksos oleh siswa siswi Madrasah Muallimin Muallimat dilakukan dengan, utamanya melakukan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan. Dalam Baksos siswa siawi dibekali dengan analisis diri dan analisis sosial. Sehingga meskipun kegiatan yang dilakukan adalah salah satunya mengajar TPQ, tetapi analisisnya adalah sebagai upaya untuk membangun masyarakat. (ma)

Be Sociable, Share!