Nglalar Nadhom Alfiyah Di Pagi Hari

Muallimin Online,
Jika ingin mendengarkan lalaran (hafalan/baca sambil dilagukan) bait-bait nadhom kitab Alfiyah Ibn Malik (biasanya cukup disebut Alfiyah), dengan bahar Rojaz, maka datanglah ke Gedung 2 Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum setiap jam 06.45 WIB.

Pembacaan nadhom Alfiyah di Gedung 2 yang terletak di dusun Gedang, 100 meter ke arah timur lokasi Masjid Gedang, dilakukan melalui pengeras suara, sehingga bisa didengarkan dari seluruh kelas.

Tidak hanya nadhom Alfiyah yang dilalar, karena sebelumnya juga dibaca sholawat dan doa-doa yang berkaitan dengan dimudahkan dalam menuntut ilmu.

Menurut KH Lukman Hakim, Ketua Program Khusus Kelas A, pembacaan nadhom Alfiyah setiap pagi secara bersama-sama ini adalah untuk melatih siswa setiap hari dalam menghafalkan nadhom Alfiyah. “Harus ada nglalar muhafadlah nadhom Alfiyah setiap pagi, untuk melatih siswa secara bersama dalam menghafal nadhom Alfiyah, sehingga bisa menunjang pelajaran Nahwu yang diberikan di kelas A Muallimin”, katanya.

Kitab andhom Alfiyah Ibn Malik sendiri merupakan kitab kaidah Nahwu atau Kaidah Bahasa Arab yang disusun dalam bentuk bait-bait puisi. Manfaat utama kaidah Bahasa Arab ini ditulis dalam bentuk bait-bait Puisi adalah agar mudah dihafal. Karena prinsip utama belajar kaidah Bahasa Arab adalah harus hafal. Seorang santri kalau ingin menguasai al Qur’an, al Hadist atau kitab kuning, maka harus hafal kaidah-kaidah Ilmu Nahwu. Sehingga saat membaca teks Arab, baik di al Qur’an, al Hadist atau dalam kitab-kitab kuning klasik, seorang santri bisa mengerti tarkib (susunan dan kedudukan) dari kata-kata yang tertulis.

Kitab nadhom Alfiyah merupakan kitab Kaidah Nahwu bagi pelajar/siswa yang belajar Nahwu dalam tahap lanjutan (advance), karena kitab Kaidah Nahwu di bawah-nya masih ada kitab nandhom al Imrithy, al Jurumiyah dan lain-lain. Biasanya, seorang santri akan belajar kitab Anhwu al Jurumiyah atau al Imrithy terlebih dahulu, sebelum belajar kitab nadhom Alfiyah.

Lebih jauh lagi, tidak hanya belajar ilmu Nahwu saja yang dilakukan secera berjenjang sesuai dengan tingkat kemampuannya yang menyesesuaikan dengan kitab-kitab pegangan utama. Ilmu-ilmu yang lain juga begitu, seperti ilmu Fiqh, Tauhid, Ahlaq, Tasawuf, Balaghah (Bayan, Badi’, Ma’ani), Mantiq dan lain-lain. (ma)

Be Sociable, Share!

Add a Comment