Nervous, Deg-degan Saat Ujian Baca Kitab


Muallimin Online,
Perasaan nervous, deg-degan, grogi tampak tergambar dari raut wajah siswa-siswi kelas akhir (kelas 6) Madrasah Muallimn Muallimat Bahrul Ulum pagi ini, saat mereka mulai masuk di komplek gedung Madrasah.

Mereka hari ini, Ahad (15/04/2018) mengikuti Ujian Baca Kitab Tuhfah al-Thullab bi Syarh Tahrir Tanqih al-Lubab. Ujian ini sebagai salah satu syarat kelulusan bagi siswa kelas akhir Madrasah, disamping ujian tulis dan ujian praktek mengajar.

Ujian yang diselenggarakan di ruang kelas Madrasah tersebut, dibagi menjadi 8 (delapan) ruang. 4 (empat) ruang untuk putra dan 4 (empat) ruang putri. Masing-masing ruang yang terdiri dari 16-19 siswa, yang diuji oleh 2 orang penguji, yang terdiri dari seorang kiyai dari luar Madrasah yang berdomisili di Jombang dan beberapa kota/kabupaten sekitar Jombang, dan seorang penguji kiyai dari dalam Madrasah. Jumlah seluruh penguji 16 (enam belas) orang kiyai.

Ujian yang dilakukan, menurut salah satu panitia, Bambang Hariadi, M.Pd, menguji kelancaran membaca menurut tradisi pesantren, maksud teks kitab dan ilmu alat (Nahwu, Shorof, Ushul Fiqh dan lain-lain). “Siswa akan mengambil maqro’ (batasan, red) sebelum diminta maju membaca di depan penguji”, terangnya dalam penjelasan kepada penguji sebelum ujian berlangsung.

Menurut KH Imron Rosyadi, Wakil Kepala Madrasah, dalam sambutan di depan para penguji, ujian akhir baca kitab ini sebagai salah satu proses belajar di Muallimin Muallimat yang dinanti. “Ujian akhir baca kitab ini merupakan moment yang ditunggu-tunggu oleh siswa selama mereka belajar di Madrasah. Ujian ini menjadi semacam munaqosah bagi siswa, dan tentu dihadapi dengan perasaan nervous, deg-degan dan kekhawatiran”, katanya.

Lebih lanjut, Kiyai Imron menyatakan, “kami juga minta doa restu kepada seluruh kiyai penguji agar apa yang didapatkan oleh siswa siswi bisa bemanfaat. Masih ada banyak kekurangan dari anak-anak dalam membaca kitab kuning. Meskipun kami sudah berusaha secara maksimal”.

“Ujian baca kitab ini akan terus kami pertahankan, meskipun tantangannya luar biasa dengan kondisi di luar yang perubahan sangat mempengaruhi kami”, katanya.

“Selama 3 tahun ini, kami juga hadirkan wali murid untuk menyaksikan anaknya yang sedang diuji. Agar wali.murid bisa melihat sendiri kemampuan anaknya”, pungkasnya. (ma)

Be Sociable, Share!