Naik Kelas Atau Tinggal Kelas?

Wajah-wajah bahagia saat kenaikan kelas, 2017

Muallimin Online,
Bagi siswa-siswi Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum Tambakberas, naik kelas atau tinggal kelas adalah hal yang sangat wajar. Naik kelas berarti siswa atau siswi beranjak naik ke kelas yang lebih tinggi, dan tinggal kelas berarti tidak beranjak ke kelas yang lebih tinggi. Fenomena tinggal kelas bukanlah sesuatu yang memalukan atau aib besar. Mungkin ini agak berbeda dengan sekolah atau madrasah pada umumnya, dimana tinggal kelas merupakan suatu aib yang harus dihindari. Bahkan pihak sekolah sendiri akan berusaha agar tidak ada satupun siswa atau siswi yang tinggal kelas. Karena disamping aib bagi siswa, juga aib bagi sekolah atau madrasah.

Menurut Drs Kasturi Ahmad, salah satu pimpinan di Madrasah Muallimin Muallimat, dalam satu kelas ada yang pernah tinggal kelas sampai 14 orang siswa. Hampir separuh siswa tidak naik kelas. “Dari sekian siswa yang tinggal kelas tersebut, hanya 2 siswa yang tidak mengulang. Sisanya mengulang di tahun ajaran berikutnya”, tambahnya.

Pengumuman siswi berprestasi 2017 oleh Bapak Musyafa’. Semua siswi berprestasi mendapat kesempatan maju mendapat hadiah dan photo dengan Kepala Madrasah

Kenapa dalam dunia pendidikan modern yang sekarang berlangsung, hal ini masih terjadi? Menurut H. Abdulloh Rifan, Lc, salah satu pengajar di Muallimin Muallimat, karena di Muallimin Muallimat menerapkan sistem pendidikan yang jujur. Apa adanya. Nilai yang ditulis dalam rapot adalah sesuai dengan nilai yang didapat dalam ujian, serta hafalan beberapa pelajaran ilmu alat (Nahwu Shorf) menjadi pertimbangan utama dalam kenaikan kelas. Tidak hafal tidak naik.

Sistem kenaikan kelas atau sistem evaluasi ini sudah berjalan sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan menurut Pak Kasturi, ada siswa yang tinggal kelas sampai 4 tahun. “Jadi dia sekolah di Muallimin sampai 10 tahun, padahal kelas di Muallimin Muallimat sampai kelas 6”, tambahnya sambil tersenyum.

Kenapa siswa atau siswi tidak merasa malu saat mengulang (tinggal kelas)? Karena di Madrasah Muallimin Muallimat sejak dini sudah diajarakan nilai-nilai kejujuran dan menerima apa adanya. Nilai mata pelajaran, bukan segala-galanya. Yang paling penting adalah semangat mau belajar dan jujur.

“Di Muallimin Muallimat semua siswa-siswi sama. Siapapun orang tuanya, jika nilai-nya kurang, ya tidak naik kelas atau tidak lulus. Bahkan anaknya pengajar Muallimin Muallimat-pun, jika nilainya kurang ya tidak naik kelas atau tidak lulus”, katanya.

Namun, bagi siswa atau siswi yang berprestasi dan menduduki rangking pertama, akan mendapatkan penghargaan dari Madrasah. Hal ini terlihat saat kegiatan pertemuan siswa-siswi menjelang pembagian raport, pada Senin (12/06/2017) di Aula Madrasah. Dalam kegiatan tersebut diumumkan peringat kelas dan the best student.

Menurut Iim Muniroh, S.Ip, pengajar Muallimat, siswa-siswi akan merasa bangga saat dipanggil ke depan dan menerima hadiah dari Madrasah sebagai peringkat pertama dalam kelas. “sesusatu bingit ketika bisa naik mimbar kehormatan untuk menerima hadiah dari Madrasah”, katanya.

Dan bagi siswa-siswi yang breprestasi, ada kesempatan untuk berphoto bersama dengan Kepala Madrasah, KH Abd Nashir Fattah. “Ini sesuatu yang membangggakan bagi siswa atau siswi”, katanya. (ma)

Add a Comment