Menjaga Sistem Pembelajaran Di Muallimin Muallimat

Muallimin Online,
Setelah libur selama dua minggu, sejak Senin (02/02/2017) Madrasah Muallimin Muallimat Enam Tahun Bahrul Ulum Tambakberas kembali menjalankan proses belajar mengajar kembali. Pagi kemarin, Kamis (12/01/2017) suasana proses pembelajaran berjalan normal kembali.

Sebagaiamana yang telah diketahui, proses belajar di pagi hari diperuntukkan bagi siswa Muallimin, dan siswi Muallimat menjalankan proses pembelajaran dimulai jam 12.30 siang.

Saat proses pembelajaran, yang tampak di lokasi Madrasah adalah keheningan, semua siswa berada di kelas masing-masing, dan sebagian kecil siswa yang guru-nya berhalangan hadir tampak membaca berita di koran dinding madrasah.

Berkaitan dengan tingkat kehadiran ini, menurut salah satu pengajar Madrasah, H. Rifan Nashir, Lc, cukup baik. “Kehadiran guru saat ini cukup tinggi, rata-rata 90% dari total kehadiran, begitu juga kehadiran siswa rata-rata 93%”, apalagi siswa yang mengikuti program khusus IA”, kata pria yang saat ini sedang riset pengembangan manajemen pembelajaran di Mualiimin.

Bagi siswa Muallimin yang menjalankan sistem secara ketat, maka setiap kesempatan harus digunakan untuk belajar, terutama bagi kelas I-III, karena di kelas itu, siswa harus hafal bait-bait kitab Nahwu Alfiyah Ibn Malik. Satu kitab kaedah Nahwu (Bahasa Arab) yang berupa bait-bait. Bagi siswa yang tidak hafal, maka tidak akan naik kelas.

Muallimin juga menerapkan nilai murni, baik dalam ujian Semester, maupun dalam ujian akhir. Karena itu tidak heran, jika siswa yang tidak naik kelas atau tidak lulus ujian madrasah jumlahnya cukup besar. Bisa mencapai 10-15 persen dari Jumlah Siswa. Hal ini untuk mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran, yang dimulai dari proses belajar dan ujian madrasah.

Menurut Kepala Madrasah, KH Abd Nashir Fattah, ruh Muallimin Muallimat harus terus dijaga. “Yang paling berat adalah menjaga ruh Muallimin Muallimat. Bagaimana semangat dari pendiri Madrasah terus bisa dijaga di tengah-tengah perubahan sistem pendidikan di Indonesia”, katanya. (ma)

Be Sociable, Share!

Add a Comment