Mengenalkan Muallimin Muallimat Kepada Siswa Baru Melalui MOS

Muallimin Online,
Sejak awal, orientasi atau semacam ospek di setiap instansi pendidikan, seringkali mendapat presepsi bahwa MOS itu kejam, MOS itu menakutkan, MOS itu menegangkan, yang katanya menjadikan intelektual dan melatih mental, justru peserta seringkali merasa mendapat kecaman kental dari panitia. Menurut Amilatus Sholichah sebagai ketua MOS MMA “Salah besar jika presepsi miring itu masih ada sampai sekarang. Rabu, 13 Agustus 2014, MMA merubah pendapat semacam itu. Hari itu merupakan momentum penting bagi siswi baru Madrasah Muallimin Muallimat yang mendapat pengukuhan berupa Masa Orientasi Siswa atau MOS. Mengenalkan madrasah dan tradisi yang berbeda dari madrasah yang lain.”

MOSEvent pertama peserta diberi materi berupa pengenalan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang disampaikan oleh Bpk. Ma’shum. Dibuka dengan aktifitas fisik semacam senam ringan yang dibimbing beliau agar peserta rileks dan membuka semangat menerima materi siang itu. Menjadi suatu keharusan bagi setiap peserta agar mengetahui bagaimana seluk beluk Bahrul Ulum. Kapan, siapa, dimana dan bagaimana Bahrul Ulum berdiri pada mulanya.

Sementara bina suasana diambil alih oleh panitia. Inilah bagian dari perubahan presepsi miring seperti yang dijelaskan di awal alinea. Sebenarnya, bagian ini adalah upaya yang gampang gampang susah. Melatih mental, mengenalkan leadership, keberanian dan kekompakan.
Event kedua dilanjutkan pada hari Kamis (14/08) yang dibina oleh Bpk. Musyaffak selaku Pembina OSIS MMA, menjelaskan mengenai sistem pembelajaran di MMA, peraturan peraturan sampai ciri khas yang dimiliki MMA agar siswi baru tidak merasa spontan dengan apa sistem pembelajaran di madrasah.

MOS-2Tidak berhenti sampai situ, setelah materi selesai disampaikan, panitia berupaya mencari kader siswi berbakat. Mengeksplorasi bakat dari beberapa penampilan dari ratusan peserta. Mulai dari pidato Bahasa Jawa, Speech, menyayikan lagu adat dari Sunda sampai Jambi. Akibatnya, peserta mendadak antusias dan percaya diri menampilkan bakatnya satu persatu. Bukankah MOS yang dimaksud adalah bentuk kegiatan positif seperti ini?

“Kreatif. Kami berkompetisi untuk mendapatkan smiley dari panitia setelah melakukan kegiatan positif seperti mengajukan pertanyaan ketika materi selesai, menjawab pertanyaan sampai berani menerima tantangan dari kakak senior. Ironisnya, kebanyakan peserta menganggap hal itu suatu penyiksaan pada awalnya, padahal itu semua melatih kemandirian dan keberanian. Bukan wabah senioritas, tapi melatih mental adalah prioritas. just be brave, achive, and confident.” Komentar Buana, salah satu peserta MOS.

MOS-3Event berakhir pada hari Jumat (15/08) sekaligus penutupan MOS. Kegiatan dibuka dengan ziarah makam masyayikh Bahrul Ulum, dalam hal ini para kakak senior mengajak peserta ke makam KH Abdul Hamid Chasbulloh, Mbah Ustman, KH Wahab Chasbullahyang menjadi pendiri Bahrul Ulum juga salah satu pendiri NU, dan yang terakhir di makam KH Fatah Hasyim pendiri Madrasah Mu’allimin Mu’alimat 6 tahun. Usai dari makam, mulailah bina suasana dari kakak senior di dalam Auditorium MMA.

kegiatan yang diiringi suasana hiruk pikuk para OSIS dan siswa baru menumbuhkan semangat yang tak pernah hilang hinggah berakhirlah MOS ini semoga di tahun-tahun berikutnya, MOS menjadi hal yang menarik dengan sejuta kreasi siswa MMA. From the first moment to the next.

Be Sociable, Share!

Add a Comment