Memilih Presiden Baru Di Bulan Ramadhan

Politik itu tidak haram. Berpolitik itu boleh, asal mempunyai tujuan yang jelas.

Satu hal yang harus kita ketahui politik tidak haram/boleh, asal yang perlu diingat semua manusiakan politik itu ada sejak adanya manusia diciptakan. Jika di Indonesia ada politik ya wajar, kan ada manusianya.Tergantung berpolitik itu sampai di tujuannya atau tidak, kalau kamu naik ke sepeda mestinya membawamu ke Jombang tapi kalau sepeda itu membawamu ke Lamongan, itu yg salah sepedanya atau orangnya?.

Gak boleh mengatakan, berpolitik itu haram, karena adanya itu bareng dengan kebutuhan manusia. Cuman yang jadi permasalahan itu bisa,apakah berpolitik itu dipakai untuk menuju ke tujuannya manusia?

Ini yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Mungkin pengartian semua orang bisa, politik itu bisa diartikan apa saja “pemikiran bernegara” bisa. Cuman orangnya saja yang menggunakan politik tidak pada tujuannya, politik yaitu ngabdi nang gusti Allah, apakahbisa? Politik itu digunakan untuk memperbaiki peribadahan kita, kalau bisa ? berarti politiknya benar.

Berpolitik itu kan bermacam-macam seperti yudikatif dan DPR, semuanya kan politik. Kalau gak bisa menuju ke tujuannya berarti salah. Kitanya yang salah. Orang sekolah itu juga butuh politik, kalau sekolah tidak ada politiknya masa bisa?.

Politik itu sebenarnya pola pikir, orang yang sekolah tidak mempunyai pola pikir sama halnya dengan macol(mencangkul). Di sekolah gini, kalau ingin nilai yang bagus kan harus belajar itu, itu politiknya arek-arek. Tujuannya ingin nilai yang bagus, betul gak? Tujuan sekolah yang benar yaitu menuntut ilmu, bukan untuk mencari nilai bagus. Caranya ini yang harus diperbaiki. Tidak jauh beda dengan guru ngajar juga ada politiknya.

Politik yang paling banyak sekarang itu tujuannya untuk nguripidirinya sendiri ngenakno anak bojo. Politik itu tidak salah,orang yang mencalonkan itu boleh. Ada kyai/nyai mencalonkan ya boleh, tapi apakah bisa orang calon itu bisa mengibadahi orang indonesia ?, yang digembor gembori kan “mensejahterakan rakyat, ekonomi meningkat, segalanya murah”.

InilahsepintaswawancaraRedaksi (Red) dengan KH.Ali Shodiqin (Abah Ali) staff pengajar MMA BU.
Red : Bagaimana pendapat bapak tentang pilpres di bulan romadlon ?

AbahAli : Kalau kita wajib melaksanakan pemilihan, kita harusmenggunakan hak pilih.Namanya jugakata “wajib”. Wajibadalah jika dilakukan mendapatkan pahala. Meskipun pemilunya di bulan romadlon. Kita juga tidak boleh menyalakan romadlon. Seperti, Sekolah?sekolahitu wajib, jikabolos gara-gara puasa, akhirnya tidak sekolah. Berarti kamu menyalahkan romadlon. Seharusnya gunakan romadlon ini lebih ke tujuan kita. Apa saja yang di alqur’an itu benar alqur’an kan حقا مصدقاal qur’an itu benar juga membenarkan. Salah satunya romadlon, puasa juga ada. Berarti puasa di wajibkan itu benar. Cuma,terkadangpuasa dianggap menyusahkan, karena belum mengetahui kebenarannya. Terus jangan berfikiran jangan memilih, bulan puasa kok milih !. Berarti orang yang sepertiitu menyalahkan romadlon, ya tetap kita harusmelaksanakan seperti biasanya. Bekerja ya bekerja, pemilihan ya pemilihan.Asalkan romadlon tidak ganggu, sebenarnya romadlon itu tidak ganggu. Walaupun kegiatan sehari-hari terdapat di bulan romadlon. Jangan sampai kegiatan-kegiatan sehari hari itu mengganggu romadlon, dan sebenarnya romadlon itu tidak ganggu kegiatan kita. Jadi aktifitas berjalan tanpa harus ganggu romadlon. Romadlon jelas tidak menggangu aktifitas kita.Jika ada orang yang mengatakan “gara gara puasa aku gak usah bekerja” itu berarti menyalahkan romadlon. Romadlon itu perkara benar kok disalah-salahkan. Gusti Allah itu menganggap benar, kenapa kita mengganggap salah ?.Berarti sama saja menyalahkan romadlon. Yang jadi tuhan itu siapa ?. Jadi segala sesuatu dari Allah itu benar, itu semua ada di al qur’an.Kalau gak faham, ada hadits nabi kalau gak faham hadits di tolong oleh nabi dengan ijma’ qiyasnya.Rentetan semua itu menunjukan bahwasannya maksudAllah itu bagimana ?

Red : Perbedaan pemilihanpresiden pada saat ini dengan dulu ?

AbahAli : Sebenarnya Indonesia itu ada kesalahan.Jadi pemerintahan itu ada dua macam presidentil atau parlementer. Kalau parlementer itu di pilih oleh rakyat atau demokrasi. Kalau presidentil itu dipilih oleh DPR, MPR. Indonesia ini membingungkan, Indonesiakan termasuk parlement, tapi kenapa pemilihan presiden itu setelah DPR ?.Seharusnya parlement itu bersama/bareng/serentak. Pada tahun 2009 pilpresdilakukanserentak.Seharusnya yang mempunyai kebijakan semua itu DPR. Sebenarnya pilpres dulu dengan sekarang itu sama,cuma bedanya dulu dipilih oleh DPR kalau sekarang dipiliholehrakyat langsung. Seharusnya cawapres itu tidak ikut hanya calonpresiden saja. Nanti presiden terpilih bisa menunjuk wakilnya. Sehingga Indonesia ini demokrasi tersendiri, aturannya tidak mengikuti aturan umum.Karena orang Indonesia itu pintar-pintar cuma lupa. Seharusnya kepandaian orang Indonesia itu dipakai untuk menuju ke tujuan kita, yaitu ibadah ke gusti Allah. Hanya kita berfikiran untuk “ngebeki weteng, ngapi’i omah, ngakehno montor lan ngenakno keluargane”. Itu orang yang biasanya bilang “saya pembela rakyat” yang dimaksud adalahanak dan istrinya. Berarti tidakbisa disalahkan.

Red : Apakah ada perbedaan pilpres di indonesia dengan di luar negeri ?

AbahAli : Ya. Bedanya jauh, mungkin yang sama dengan kita adalah Amerika. pemilihan oleh rakyat langsungdan pengajuannya oleh parlement. Kalau di negara lainnya itu seperti pemilihan kepala desa. Tidak ada partainya atau yang sering disebut independen. Independen itu ada jika terdapat partai di suatu negara. Negeri lain itu pemilihan presiden dulu kemudian memiliki partai yang mendukung presiden itu sepertipartai republik dankalau tidak mendukung presiden itu oposisi.

Red : Kan ada persyaratannya harus mempunyai suara minimal 25% di DPR ?

AbahAli : Kalau sekarang 20%. Yang dimaksud itu jika suatu partai memiliki suara 20% lebih maka boleh mencalonkan presiden dan wakil presiden sendiri. Tapi di Indonesia inisangat lucu, tidak ada yang berani mengeluarkan calonnyasendiri. partaiyang baru bisa itu partai demokrat pada tahun 2009 suaranya kuranglebihada 26%.

Adanya politik ada sejak manusia diciptakan, hanya sebagian besar manusia tidak tahu makna sebenarnya politik itu. Hingga adanya politik kita sesama anak adam berani saling adu lisan sampai adu fisik. Padahal sebenarnya politik itu sesuai kebutuhan manusia. di dalam kelas kita pun jugaterdapat politik, hanya kebanyakan kita tidak mau sadar atau tidak sadar. SeperticontohsiswaMua’allimintidakbisamemilihpemimpinsendiri, masasiswamu’alliminmemilihketuaosisnyasiswaMAN, kantidakcocokdengantujuannya.
apakahkamutidakbosanmakanterus ?, yang di keluarkanyasamasaja.AdanyaibadahituuntukVariasi.Cobabilatidakadaibadah,jadinya kayak gimana ?.Setelahbangunpagiterusmelek,mangan,terusdikeluarkan.Orang yang tidakibadahitutidakinginhidup lama,karenaberfikiranseperti “halahhidupcumabeginisaja”.Seharusnyakitamintauntukhiduppanjang.
Sekarangkitalihatsapi,kerjaannnyakancumamakanminumtidurterusdikeluarkan. Apabedanyadengan orang yang tidakmelaksankanibadah?.Yang jadiperbedaanmanusiadenganhewankankalaumanusiaituadaibadahnyadankalauhewantidakada.Jikaada orang yang tidakibadahberartitidakadabedanyadenganhewan.Kalauinginjadimanusiayaharusibadah.

Red. : Perbedaanpenetapangaji DPR kali inidengandulu?

AbahAli :Secarareal. PadazamanpakHartogajiDPR itudibawahRp 200.000,-,inigolongan paling rendah. PadazamanpakHabibitetaptanpaperubahan.PadazamanGus DurnaikmenjadiRp 759.000,-, jarak 1 bulandigantiRp1.020.000,-, jarak 3 bulandirubahlagimenjadiRp 1.500.000,-. PadazamanbuMega tidakadaperubahan.danuntukzamanpakSBY tinggalmelanjutkandengandinaikkansedikit demi sedikit.

Red. : ApaamanatGusdur yang bisadiambil ?

AbahAli :karakterGusduritusetelahmenerimagajilangsungdiberikankepada orang. Tidakpernahmengambilgajipresiden.GusdurAdalahpresidenmlaratdi Indonesia.kebaikanGusduritubanyak,cumakitasaja yang tidakmengertimaksudnya, karenabedapolapiker. PolitiknyaGusdurituuntukmencapaiperibadahankepadagusti Allah.Kalaupolitiknya orang-orang ituhidup“enak, perutkenyang”.

By : Muhammad Subhan 5c (wawancaradengan KH. Ali Shodiqin)

Be Sociable, Share!

Add a Comment