“Itu Hilalnya…”

Muallimin Online,
Kegiatan rukyatul hilal yang menjadi program Madrasah Muallimin Muallimat Enam Tahun Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang dilaksanakan pada Selasa (23/06) di Pelabuhan Pt. Semen Gresik Jenu Tuban telah berhasil melihat hilal pada pukul 17.38 Wib.

Kegiatan rukyatul hilal yang diikuti oleh 100 orang siswa Muallimin dan 20 orang guru dan undangan ini dilakukan sebagai praktek dari pelajaran ilmu falak di Madrasah Muallimin Muallimat.

Rombongan dua bis dan dua mobil MPV tiba di lokasi rukyatul hilal, pelabuhan Pt. Semen Gresik, sekitar pukul 14.33. Begitu sampai di pintu masuk palabuhan, panitia langsung memberitahu kepada petugas Syah Bandar Pelabuhan pt. Semen Gresik yang yang sebelumnya telah menyetujui untuk ditempati sebagai lokasi. Pelabuhannya sendiri tidak terlalu besar untuk ukuran sebuah pelabuhan, karena pelabuhan ini khusus digunakan untuk bongkar muat semen dan batu bara.

Lokasi rukyatul hilal berada di ujung pelabuhan yang berjarak sekitar 1 kilometer dari pintu masuk pelabuhan yang berada di utara jalan Deandels Tuban-Rembang. Rupanya pihak Pt. Semen Gresik melalui bagian Bina Lingkungan telah menyiapkan 2 tenda dan sekitar 100 kursi serta konsumsi bagi rombongan Muallimin.

Begitu sampai di lokasi, KH Mujib Adnan, pengampu mata pelajaran ilmu falak di Muallimin, yang disaksikan kepala Madrasah, KH. Abd. Nashir Fattah, langsung memimpin mempersiapkan alat rukyah, yang terdiri dari 6 unit alat penentu lokasi hilal dan 1 teleskop.

Persiapan selesai sekitar pukul 16.30 Wib. Masih ada waktu sekitar satu jam untuk menunggu ghurub-nya (terbenamnya) matahari yang menurut hisab berdasar kitab Sulamun Nairain akan terjadi pada pukul 17.22.51 Wib. Waktu dimana matahari terbenam inilah biasanya hilal sudah mulai kelihatan.

Sebelum kegiatan rukyatul hilal ini dilakukan, para siswa telah melakukan hisab (menghitung) terlebih dahulu tetang berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi hilal. Baik yang berkaitan dengan waktu terbenamnya matahari, posisi hilal, hilal mulai terlihat dan lamanya hilal di atas ufuk. Para siswa menurut KH. Mujib Adnan, menggunakan kitab Sulamun Nairain dalam melakukan hisab.

Secara lengkap menurut hisab, berdasarkan kita Sulamun Nairain, pada tanggal 23 Mei 2012 bertepatan dengan 30 Jumadil Akhir 1433 H, Matahari akan terbenam pada pukul 17.22.51. Hilal akan berada 18 derajat di atas ufuk. Jihatul hilal (posisi hilal) berada di 300 derajat dari Utara. Lamanya hilal di atas ufuk 25 menit.

Setelah menanti hampir satu jam, sekitar pukul 17.17, Kiyai Mujib mulai memberi aba-aba kepada seluruh rombongan bahwa, matahari akan segera terbenam. “Setelah matahari terbenam, hilal mulai akan terlihat”, kata Kiyai Mujib.

Seluruh pasang mata mulai fokus pandangannya pada terbenamnya matahari, yang kalaupun hilal tidak muncul, semua mata pasti terhibur oleh eloknya sunset yang sore itu cukup menawan untuk dinikmati. Matahari dalam posisi sunset di pesisir Tuban, tidak segalak di siang hari yang memancarkan terik dan sulit dijangkau mata. Sore itu, Matahari bulat sempurna, orange dan mulai ditaburi oleh pendar lampu nelayan yang mengiringi langkahnya menuju peraduan

Kiyai Mujib mulai menghitung mundur terbenamnya mataharai. “kurang lima menit…kurang empat menit…kurang tiga menit…dua menit…satu menit…Sekarang matahari sudah terbenam” aba Kiyai Mujib. Jam menunjuk ke pukul tepat sesuai hitungan, 17.22.51 Wib.

Tak satupun mata melepaskan pandangan dari posisi di mana hilal akan muncul. Semua terdiam khusyuk. Masing-masing orang konsentrasi dengan pandangannya. Namun satu menit, dua menit, tiga menit..setelah ditunggu, hilal tidak kunjung muncul. Di sela-sela penantian itu, yang semula semua orang konsentrasi, mulai kehilangan asa. Akhirnya, mulailah keluar celetukan khas Muallimin yang bikin ketawa. Celetukan khas yang masih terwarisi sejak puluhan tahun yang lalu.

Namun tiba-tiba secara mengejutkan dan dengan suara yang agak keras melalui mikropon yang dipegang sejak awal persiapan, setelah menunggu hampir 15 menit sejak matahari terbenam, Kiyai Mujib mengatakan “Itu hilalnya….”. “Coba lihat di posisi agak ke utara, dengan ketinggian sekitar 18-20 derajat”, lanjutnya, sembari diikuti oleh seratusan pasang mata yang ada di ujung pelabuhan tersebut.

Dari lokasi rukyah, memang terlihat hilal dengan posisi terlentang (mustawa) di atas ufuk sekitar 18-20 derajat. Mulai terlihat pada pukul 17.38 Wib, dan sesuai dengan hisab yang telah dilakukan, hilal akan turun dan hilang dalam waktu 25 menit.

Kelegaan tampak dari seluruh peserta rombongan rukyatul hilal. Akhirnya seluruh orang yang sebagian besar tidak pernah melihat hilal secara langsung, pada petang itu bisa menyaksikannya secara langsung.

Muncul dan bisa dilihatnyanya hilal merupakan proses puncak dari kegiatan rukyatul hilal. Karena begitu hilal terlihat, maka itu pertanda bulan baru dimulai. Bagi yang menjalankan puasa Ramadhan, maka diharamkan untuk berpuasa di keesokan harinya.Di saat akhir bulan Sya’ban, maka diwajibkan untuk berpuasa Ramadhan keesokan harinya.

Setelah itu semua mulai berkemas dan bersiap-siap untuk meninggalkan lokasi rukyah. Semua siswa menuju bis yang sejak sore di parkir di sisi tmur ujung pelabuhan. Semua meninggalkan pelabuhan, kecuali Kiyai Mujib Adnan dan Kiyai Taufiq Djalil yang tertinggal, karena masih menunggu hilal benar-benar hilang. Rombongan selanjutnya menuju pendopo kabupaten Tuban untuk mengikuti acara pembacaan sholawat. (ma)

Add a Comment