Dari Seminar Sejarah Kiyai Wahab

Muallimin Online,
Dalam rangka haul ke 43 KH Abd Wahab Chasbulloh, sejarawan Anhar Gonggong hadir sebagai pembicara di acara sarasehan yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Acara yang diikuti oleh para Pengurus Cabang dan Wilayah Nahdlatul Ulama se-Jawa dan Madura tersebut dilaksanakan pada Rabu (03/092014)
 
Menurut Anhar Gonggong, perjuangan KH Abd Wahab Chasbulloh diawali dengan melakukan diskusi dan dialog di antar ummat Islam di Indonesia. Diskusi tersebut sebagai upaya melakukan serap aspirasi dalam rangka menyatukan visi dan misi untuk melawan penjajahan Belanda

Disamping Anhar Gonggong, juga hadir H Khoirul Anam, mantan ketua GP Ansor Wilayah Jawa Timur. Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Cak Anam tersebut menyampaikan bahwa, Kiyai Wahab dalam bergerak pertama-tama mendirikan organisasi Nahdlatul Wathon pada tahun 1916, yang berbasis di kampung Kawat Surabaya. Pendirian organisasi ini adalah sebagai langkah awal mmenumbuhkan nasionalisme, khusus bagi para pemuda dan pemudi.

Pendirian organisasi ini disambut baik, dan segera berdiri beberapa cabang di Gresik, Malang, Semarang dan beberapa wilayah lain. Selanjutnya pada tahun 1918 beliau mendirikan kelompok diskusi Tashwirul Afkar bersama tokoh-tokoh pergerakan nasional. Setelah itu pada tahun 1920 mendirikan Nahdlatut Tujjar (Koperasi) untuk mengentas ekonomi rakyat pribumi yang waktu itu dikuasai oleh keturunan Cina, India dan Arab. Setelah mengalami beberapa kali metamorfosa, akhirnya organisasi yang menopang pergerakan kaum santri berkembang dan pada tahun 1926 Kiyai Wahab bersama gurunya KH Hasim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama. (mak)

Add a Comment