Belajar Mengetahui Masyarakat Dalam Baksos (Bagian III)


Melakukan Survey Awal dan Analisis Kegiatan (Terakhir Dari 3 Tulisan)

Sebaiknya sebelum betul-betul datang ke lokasi Baksos yang melibatkan banyak santri, maka sebelumnya perlu dilakukan survey awal terlebih dahulu. Yang dilakukan dalam survey, dengan tetap mengacu kepada tiga kondisi yang ada (ekonomi, politik dan social-budaya), adalah mencari informasi. Pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk mencari data/informasi dalam proses ini antara lain terkait:
a. Ekonomi: (1) Apa saja sektor mata pencaharian/pekerjaan (petani, pedagang, pegawai/buruh dan lain-lain) masyarakat setempat, dan berapa persen dari jumlah masyarakat yang bekerja di sektor yang ada? (2) siapa dan berapa orang yang paling kaya dan bekerja di sektor apa? (3) Apa masalah utama yang dirasakan dalam ekonomi

b. Politik: (1) Berapa jumlah penduduk baik laki-laki atau perempuan, serta agama/kepercayaan yang dianut? (2) Siapa kepala desa/kepala dusun dan perangkat-perangkat desa yang penting? (3) Siapa saja yang menjadi calon dalam Pilkadesa/Pilkasun terkahir? (4) apakah proses perencanaan pembangunan desa berjalan sesuai prosedur dari pemerintah? (5) Apa masalah utama yang dirasakan dalam politik

c. Sosial-budaya: (1) siapa tokoh masyarakat dan tokoh agama? (2) siapa yang biasa memberikan ceramah saat ada kegiatan di desa? (3) Siapa yang biasa dimintai nasehat ketika masyarakat memiliki masalah? (4) Apa masalah utama yang dirasakan dalam social-budaya

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa menjadi data dasar bagi santri yang akan Baksos. Karena itu, data tersebut bisa dijadikan bekal awal ketika akan Baksos, agar santri sudah memiliki gambaran tentang kondisi masyarakat, dimana mereka akan melakukan live in. Data ini juga bisa dijadikan acuan untuk mulai merencanakan kegiatan apa yang akan dilakukan. Tentu, kegiatan yang direncanakan disusun setelah melakukan diskusi dengan masyarakat setempat.

Selanjutnya, agar pengalaman dalam melakukan Baksos bisa menjadi pengetahuan yang bisa dipelajari dan dikembangkan selanjutanya, baik oleh peserta Baksos atau oleh generasi santri yang akan datang, maka pengalaman melakukan kegiatan-kegiatan di tengah-tengah masyarakat tersebut perlu didokumentasikan (dituliskan).

Tulisan yang dibuat, berdasarkan analisis yang dibuat. Contoh analisis yang bisa kita kembangkan dengan mengambil contoh kasus kegiatan mengajar TPQ, yaitu: kegiatan mengajar TPQ adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan anak untuk membaca al Qur’an dan memenuhi kebutuhan anak dalam belajar. Dalam mengajar TPQ bersama guru-guru TPQ yang sudah ada serta bersama-sama dengan wali santri TPQ, bisa dibangun kebersamaan diantara mereka. Dari sini akan memunculkan kekompakan dan organisasi. Melalui organisasi inilah upaya untuk memperbaiki hubungan dominan menuju hubungan yang lebih adil bisa terjadi.

Jadi, meskipun kegiatannya adalah mengajar TPQ, tetapi orientasi (niat)-nya adalah disamping untuk tujuan pendidikan juga untuk membangun kehidupan yang lebih baik, terkait dengan hubungan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Ini merupakan contoh singkat, dalam prakteknya nanti peserta Baksos bisa mengembangkan analisis serta cara penulisannya. Menurut saya, cara penulisannya bebas saja. Sederhana dan tidak perlu rumit-rumit. Bisa dengan gaya bercerita (kayak Cerpen atau novel), atau dengan gaya yang lebih akademik. Terserah. Tergantung minat masing-masing peserta Baksos. (ma)

Be Sociable, Share!