Belajar Dalam Klasikal Di Pondok Pesantren

Belajar dari negara-negara barat yang dalam ilmu dan teknologinya telah maju adalah perlu, tetapi sementara ini umat islah telah lupa bahwa dasar-dasar mereka adalah islam. Hidup di indonesia bukan berarti apapun yang ingin di pelajari haruslah dalam terjemahan bahasa indonesia, apalagi islam memerintahkan kepada umatnya agar berpegang teguh kepada al qur’andan hadis yang notababnya berbahasa arab.

Juga ilmu-ilmu yang fardhinya bagi umat muslimyang awal perkembanganyadari negara timur yang awal perkembanganya berbahasa arabyang dalam sebab faktorawalnya iyalah nabi muhammad SWAyang berasal dari bangsa arab, juga para sahabat dan tabi’in yang menggabungkan ilmu-ilmu dari 2 pedoman tersebut adalah orang arab dan otomatis brabagai karangan kitab berbahasa arab.

Pondok pesantren di devinisikan dengan kitab kening. Cara mempelajarinya sudah jelas yakni harus mengerti lafadz-lafadz terseut dengan cara faham ilmu nahwu dah shorof. Misalnya, pembelajaran di madrasah diniyyah PPP.Al Fathimiyyah ini di bagi menjadi 2 yakni kelas ula dan wostho. Faktor utama yang mendasari pembagian kelas ini adalah santri dalam sekolah formalnya berbeda, sebab terdapat beberapa sekolah formal di Bahrul Ulum yang basic pembelajarannya berbeda-beda.

Menurut gadis asal banyuwangi, Munhidlotul Millah (salah seorang santri madrasah diniyah yang kami wawancarai), sistem pendidikan yang menyesuaikan keadaan sekolah formal sudah biasa dikatakan baik, sebab pendidikan seperti itu bisa di bilang pendidikan yang bisa mengerti keadaan siswanya dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Perbedaan yang ada di madrasah diniyah ini adalah bagi kelas ula dan wastho dengan cara pembelajaran konvesional, biasanya mengutamakan pembeljaran memulai tatap muka yang berlangsung didalam kelas. Tapi bagi siswa MMA program itu belum efextif karena tidak adanya pembimbing sehingga anak-anak MMA mengantongi hasil diskusi yang mengambang antara benar dan salah.

Lirboyo adalah salah satu pesantren yang terkenal dengan santrinya yang ahli kitab itu adalah salah satu realita dari terlaksanaanya salah satu program takror yang memiliki pembimbing dari seluruh santri. Jika program lirboyo ini terapreasi pada madrasah diniyyah al-fathimiyyah pasti dapat menuai hasil yang maksimal bagi perkembangan siswi madrasah diniyah al-fathimiyyah. Salah satu kegiatan positif yang mendukung program tersebut adalah keteradakannya batsu masail diniyah antara program khusus dan siswi madrasah diniyah ulah dan whasto karena batshumasail adalah salah satu apriasi dari perkataan ALI RA “sampaikanlah ilmu walawpun hannya satu ayat” salahsatu kelemahan metode ini adalah ketidak adilan bagi mereka yang sangat di bisukan dan juga mereka yang tidak evisien waktu yang mereka gunakan dengan dalam program ini tapi program ini bisa menutupi kuranga agama bagi mereka yang sekolah di lembaga yang berinstasi umum (Negri). Terabaikan program khusus MMA dari keevesiennya termasuk kurang konsisten dengan rancangan awal dari bentuknya program ini. Padahal inti dari metode tersebut adalah agar semua sama-sama belajar sesua yang di butuhkan.

Ditulis M. Nur Khozin

Add a Comment