188 Siswa Muallimin Muallimat Diwisuda

Muallimin Online,
Wajah-wajah sumringah terlihat duduk di kursi yang ditata berjajar menatap ke arah panggung yang ditata apik dengan background yang indah di ruangan aula besar. Sebelah kanan panggung agak menepi tampak wajah-wajah sumringah itu diisi oleh siswi dan di sebelah kiri panggung diisi siswa. Antusias sekali mereka mengikuti prosesi acara yang dibuka buka pukul 08.30 Wib.

Hari ini, Sabtu (10/05/2014), 188 siswa-siswi kelas VI Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Ulum Tambakberas mengikuti muwada’ah (perpisahan), setelah menempuh masa belajar selama 6 (enam) tahun. Dalam kegiatan muwada’ah ini, Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Ulum akan mewisuda 188 siswa-siswi-nya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Ulum, KH Abdul Nashir Fattah, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU), KH M. Hasib Wahab, Ketua Yayasan PPBU, KH Irfan Sholeh, jajaran pengasuh PPBU, jajaran kepala madrasah di lingkungan PPBU, dewan guru Muallimin Muallimat, wali murid kelas VI, serta Prof. Dr. Imam Suprayogo selaku pembicara dalam kegiatan muwadaah ini.

IMG-20140510-WA003Ada beberapa sambutan dalam muwadaah ali ini, sambutan pertama disampaikan perwakilan wali murid yang disampiakan oleh Drs. H. Taufiq Djalil. Dalam sambutannya Pak Taufiq menyampaikan ucapan terimakasih. “Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada dewan guru yang telah memberikan ilmu kepada putra putri kami”, katanya.

Pak Taufiq juga berharap agar lulusan Muallimin Muallimat bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, agar lebih mampu menghadapi tantangan di masyarakat. “Yang paling penting jangan sekali-kali melupakan madrasah Muallimin Muallimat dan Bahrul Ulum, yang telah mendidik sampai seperti saat ini”, serunya.

Sambutan selanjutnya atas nama Kepala Madrasah yang diwaikili oleh KH Imron Rosyadi Malik, menyampaikan bahwa, pendidikan yang dijalankan di Muallimin Muallimat tergolong unik. “Di Muallimin kurikulum yang dijalankan perimbangannya 80:20, yang berarti 80% pendidikan yang bermaterikan ilmu-ilmu agama dan 20% ilmu-ilmu umum. Hal ini tidak banyak di luar Muallimin”, katanya.IMG-20140510-WA002

“Saya berdoa, semoga dalam pengumuman kelulusan nanti, siswa-siswi kelas VI yang saat ini mengikuti muwadaah bisa lulus 100 persen”, harapnya yang disambut tepuk tangan riuh dari siswa-siswi yang akan diwisuda.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Gus Im menginformasikan bahwa, saat ini alumni Madrasah Muallimin Muallimat menyebar ke mana-mana, dan menjalani profesi yang beragam. “Alumni Muallimin Muallimat yang saat sedang kuliah, tidak saja ada di perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga ada di luar negeri, misalnya Mesir, Yaman, Yordania dan lain-lain”, terangnya.

Sebelum agenda ceramah, prosesi wisuda dilakukan terlebih dahulu. Wisuda untuk siswa langsung dilakukan oleh Kepala Madrasah, KH Abdul Nashir Fattah, dan untuk siswi dilakukan oleh Ny Hj Ummu Salma Nashir.IMG-20140510-WA000

Dalam prosesi wisuda ini, KH Ishom Ahmadi mengumumkan siswa-siswi yang lulus dalam berbagai ujian akhir lokal Muallimin Muallimat yang terdiri dari ujian tulis, ujian baca kitab dan ujian praktek mengajar.

Dalam ujian tulis dari 188 siswa dan siswi yang mengikuti, ada 25 siswa-siswi yang dinyatakan tidak lulus dan 163 siswa-siswi yang dinyatakan lulus. Untuk ujian baca kitab, 32 siswa-siswi dinyatakan tidak lulus dan 156 siswa-siswi dinyatakan lulus. Sedangkan untuk ujian praktek mengajar dari 188 siswa-siswi dinyatakan lulus 100%.

Sebelum doa penutup disampaikan oleh KH Husain ILyas dan KH Djamaludin Ahmad, agenda acara diisi ceramah yang disampaikan Prof. Dr. Imam Suprayogo. Dalam ceramahnya Prof. Imam menyampaikan tentang pentingnya pendidikan dan sukses dalam pendidikan. “Kunci sukses pendidikan adalah dekat dengan al Quran, dengan kalam Allah, dekat dengan Masjid, rumah Allah dan dekat dengan ulama”, katanya.

Bagi Prof. Imam, pendidikan pesantren adalah pendidikan paripurna yang sangat baik. Karena itu penting memasukkan pendidikan pesantren dalam sistem pendidikan tinggi. “saya berupaya bagaimana tradisi pesantrena, terutama dalam sistem pendidikannya bisa masuk ke dalam perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri”, gagas-nya.

Terakhir dia berpesan kepada siswa-siswi yang diwisuda. “Kalau belajar jangan hanya mikir hanya ingin mendapatkan pekerjaan. Yang penting belajar, urusan pekerjaan akan mengikuti”, pesannya.

Dari sini, menurutnya, maka akan muncul pernyataan “inilah alumni Tambakberas” yang sangat baik dan banyak mengisi di berbagai perguruan tinggi. Jangan ada pernyataan “inikah alumni Tambakberas”, yang tentu akan membikin jelek di mana-mana. (mus&mak)

Add a Comment